Peluang Sinergi BUMN dan Swasta Kian Terbuka

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 30 Nov 2017 18:13 WIB
btn
Peluang Sinergi BUMN dan Swasta Kian Terbuka
Direktur Utama BTN Maryono. (FOTO: ANTARA/Prasetyo)

Jakarta: Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta semakin efisien untuk menyediakan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini bisa dicapai dengan meningkatkan sinergi antar sesama BUMN atau dengan pihak swasta mengingat peluang untuk mewujudkan cita-cita negeri ini bisa tercapai.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk atau BTN Maryono mengatakan di sektor properti ada tiga peluang besar yang bisa ditangkap dari sinergi BUMN dengan swasta. Pertama adalah besarnya backlog kebutuhan rumah di Indonesia yakni mencapai 11,4 juta rumah.

"Kedua, adanya pembangunan infrastruktur, itu memberikan dorongan adanya kota-kota baru di sekitar, sehingga kalau backlog 11,4 juta itu bisa nambah lagi," ujar Maryono, di sela Bincang-Bincang Peluang Tantangan dan Masa Depan Sinergi BUMN-Swasta, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 30 November 2017.

Peluang ketiga, lanjut Maryono, adalah adanya suatu pertumbuhan demografi di mana distribusi penduduk Indonesia nanti 60 persennya adalah usia produktif. Hal ini berbanding terbalik dengan negara maju yang lain di mana yang paling banyak adalah para lanjut usia ketimbang usia produktif.

"Artinya apa? Artinya bahwa potensi daya beli untuk beli rumah meningkat. Kalau dulu misalnya orang yang bisa beli dari 10 orang yang bisa beli dua orang, ini akan menjadi lima orang dari 10 orang. Ini akan menjadi suatu potensi demand luar biasa untuk perumahan," jelas dia.

Untuk memenuhi atau menangkap peluang tersebut, pihaknya tidak bisa bekerja sendirian. Misalnya dalam menyediakan pembiayaan, BTN bekerja sama dengan pengembang swasta maupun pengembang BUMN untuk menciptakan pengembang pemula demi mempercepat kebutuhan itu tersebut.

"Tapi memang ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah bagaimana caranya agar sinergi BUMN dan swasta bisa lebih efisien dan cepat. Jadi tantangannya bagaimana kita mengajak semua elemen untuk sinergi, selama ini di BTN sudah terjadi," pungkasnya.


(AHL)