YLKI: Meski Positif, Belanja Daring Tetap Harus Waspada

   •    Selasa, 12 Dec 2017 12:57 WIB
harbolnas 2017
YLKI: Meski Positif, Belanja Daring Tetap Harus Waspada
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi memberikan keterangan pers terkait Aturan Biaya Isi Ulang Uang Elektronik di Kantor YLKI, Jakarta. (Foto: MI/Arya Manggala)

Jakarta: Aktivitas belanja secara daring menjadi fenomena baru di masyarakat. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai hal ini positif dalam konteks memudahkan konsumen dengan pelaku usaha.

Meski positif, Ketua Pengurus Harian YLKI meminta calon konsumen tetap hati-hati dan waspada ketika bertransaksi. Sebab data pengaduan di YLKI terkait belanja daring atau e-commerce pun melonjak tajam.

"Yang tiga tahun lalu belum masuk 10 besar sekarang sudah ada di 3 besar. Antusiasmenya memang tinggi tapi kemudian timbul masalah baru yang juga tinggi," ungkapnya, dalam Selamat Pagi Indonesia, Selasa 12 Desember 2017.

Tulus mengatakan dari sekian banyak pengaduan tentang belanja daring yang dilaporkan konsumen, beberapa di antaranya menjadi aduan paling banyak yang masuk ke YLKI.

Barang tidak dikirim tepat waktu, kondisi barang sudah rusak, bahkan terkadang konsumen menerima barang yang tidak sesuai dengan pesanan.

"Yang jadi masalah komplainnya susah masuk dan sulit ditangani sehingga konsumen menunggu sangat lama dan sering kali kecewa," katanya.

Masalah lain yang juga harus diwaspadai oleh calon konsumen e-commerce adalah adanya diskon palsu. YLKI mencatat diskon palsu kerap terjadi dalam konteks belanja konvensional.

Strateginya adalah menaikkan harga setinggi mungkin bahkan hingga mencapai 100 persen kemudian dilabeli diskon hingga 50 persen. Siasat ini masih sering dilakukan oleh toko konvensional dan bukan tidak mungkin juga dilakukan oleh toko-toko daring.

"Sangat banyak terjadi di toko-toko besar dan ini harus diwaspadai oleh konsumen," jelasnya.




(MEL)