Kerajinan Tenun Mendunia

   •    Kamis, 12 Oct 2017 21:18 WIB
kerajinan
Kerajinan Tenun Mendunia
Tenun (Metrotvnews.com/Nia Deviyana. )

Metrotvnews.com, Lebak: Menteri Koperasi dan UKM Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan produksi kerajinan tenun Badui mendunia sehingga menyumbangkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

"Kami minta pengrajin tenun Badui terus ditingkatkan kualitasnya agar lebih mendunia," katanya saat mengunjungi kawasan permukiman Badui di Kabupaten Lebak, dikutip dari Antara, Kamis 12 Oktober 2017. 

Pihaknya mengapresiasi produk kerajinan masyarakat Badui hingga terkenal dimancanegara. Saat ini, permintaan pasar dunia cenderung meningkat sehingga dapat mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat juga penyerapan lapangan pekerjaan.

Karena itu, pihaknya meminta kualitas tenun Badui ditingkatkan juga motif warnanya.

"Kami berharap pemerintah daerah terus membantu peningkatan kualitas tenun Badui," jelasnya.

Menurut dia, pihaknya tentu akan mengoptimalkan promosi produk tenun Badui karena memiliki perbedaan dengan kerajinan daerah lain di tanah air.

Karakter tenun Badui lebih condong menggambarkan kecintaan terhadap kelestarian alam. Sebab, alam itu harus dilestarikan sebagai tempat kehidupan manusia.

Oleh karena itu, tenun Badui banyak memiliki aneka warna diantaranya poleng hideung, poleng paul, mursadam, pepetikan, kacang herang, maghrib, capit hurang, susuatan, suat songket, smata (girid manggu, kembang gedang, dan kembang saka).

Selain itu juga motif adu mancung, serta motif aros yang terdiri dari aros awi gede, kembang saka, kembang cikur, dan aros anggeus. Motif tenun Badui itu juga memiliki makna tersendiri disesuaikan dengan budaya mereka.

"Kami berharap melalui promosi itu banyak menteri maupun pejabat negara membeli tenun Badui itu," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Dedi Rahmat mengatakan, pihaknya terus melakukan pembinaan diversifikasi produk kerajinan tenun Badui.

Saat ini, tercatat 200 perajin tenun Badui terus dikembangkan karena dapat menumbuhkan ekonomi lokal. Pemerintah daerah juga memperkenalkan tenunan hasil karya perajin Badui pada pameran-pameran pembangunan yang diselenggarakan di Banten maupun DKI Jakarta.

Sebab, kain tenun Badui memiliki nilai tradisional dan hasil produk dalam negeri.

"Kami optimistis produk tenun Badui itu mendunia karena kualitasnya cukup bagus dan unik," pungkas dia. 


(SAW)