BTN Pacu Peningkatan Aset hingga Rp500 Triliun

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 06 Feb 2018 11:47 WIB
btn
BTN Pacu Peningkatan Aset hingga Rp500 Triliun
Direktur Utama BTN Maryono. (FOTO: dokumentasi BTN)

Jakarta: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berharap aset perseroan dapat tumbuh menjadi sekitar Rp500 triliun dalam beberapa tahun mendatang.

Direktur Utama BBTN Maryono mengatakan perseroan akan lebih ekspansif menjalankan beberapa model yang nantinya bisa digunakan pada saatnya dibutuhkan seperti penerbitan subdebt atau right issue.

"Kami akan lebih ekspansif lagi dan optimistis tumbuh berkelanjutan seperti rekam jejak tiga tahun ke belakang yang selalu berada di atas rata-rata industri nasional," katanya, di sela rapat kerja BTN 2018 di Batam, seperti dikutip dalam siaran persnya, Selasa, 6 Februari 2018.

Namun demikian, langkah tersebut tentunya harus mendapatkan izin dari pemerintah. Adapun pada tahun ini pertumbuhan bisnis BTN diharapkan tetap ekspansif dan berkelanjutan serta berada diatas rata-rata industri nasional.

"Rekam jejak pertumbuhan bisnis BTN dapat terjaga secara berkelanjutan dalam tiga tahun ke belakang dan ini akan kita lanjutkan agar tetap terjaga pada bisnis 2018," ujar Maryono.

Dijelaskannya pada tahun ini perserian akan fokus pada tahapan transformasi digital banking yang masuk pada tahapan kedua transformasi yang sedang dilakukan. Strategi tersebut menjadi momentum penting bagi perseroan, karena itu pada 2018 seluruh infrastruktur pendukung transformasi digital banking diharapkan dapat diimplementasikan untuk melayani masyarakat secara mudah dan cepat.

"Akan ada banyak inovasi produk dan layanan berbasis digital yang siap dipasarkan pada tahun ini," tambah Maryono.

Meski demikian Maryono tetap menjamin ekspansi yang bakal terjadi tetap mengarah pada pemenuhan program satu juta rumah. "Kami akan tetap berusaha menjadi pemeran utama dalam mendukung program satu juta rumah yang diinisiasi Bapak Presiden RI, Joko Widodo," paparnya.

Dia menambahkan dengan visi dan misi baru BTN akan menjadi lebih fokus dalam memberikan dukungan tersebut, termasuk dalam hal memenuhi kebutuhan jasa keuangan keluarga.

"Periode tahun kedua digital banking ini merupakan suatu momentum bagaimana BTN bisa berbuat lebih besar lagi dengan munculnya banyak produk baru yang akan dikeluarkan seperti kartu e-money, kartu kredit, dan juga QR Payment, di mana produk-produk tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat zaman sekarang," urainya.

Lahirnya produk-produk baru itu tentunya diharapkan berdampak pada meningkatnya perolehan fee based income perseroan, di mana pada tahun ini BTN menargetkan pertumbuhan fee based meningkat sekitar 30 persen.

Tambah Kantor Cabang

Di sisi lain, pada tahun ini BTN juga akan menambah jumlah kantor cabang untuk memaksimalkan potensi sektor perumahan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

"Penambahan kantor cabang bisa dilakukan dengan meningkatkan status kantor cabang pembantu dan kantor kas. Jadi tidak harus membuka kantor baru yang berbiaya tinggi," tukasnya.

Direktur BBTN Adi Setianto menambahkan dalam mendukung transformasi digital banking tahap kedua, perseroan sudah mempersiapkan infrastruktur pendukung dengan menciptakan platform baru, di mana nantinya akan menunjang kebutuhan BTN dalam menerbitkan produk baru seperti kartu e-money, kartu kredit, dan QR Payment.

"Saat ini kami sedang mempersiapkan pengajuan izin lisensi penerbitan kartu e-money, kartu kredit, dan QR payment ke Bank Indonesia. Diharapkan tahun ini ketiga produk baru tersebut bisa diluncurkan, sehingga nantinya BTN akan dapat menerbitkan kartu tersebut sendiri," kata dia.

Adi menjelaskan untuk membangun infrastruktur IT pihaknya melakukan sinergi dengan BUMN, sehingga tidak mengeluarkan biaya investasi sendiri berupa belanja modal (capital expenditure), melainkan hanya biaya operasional (operational expenditure) sehingga menjadi lebih efisien.

"Pengeluaran maintanance IT kami sesuai dengan kebutuhan saja, sehingga tidak perlu banyak mengeluarkan dana investasi. Seperti data center BTN yang juga menggandeng salah satu BUMN," jelasnya.

Sementara itu untuk mengantisipasi era financial technology (fintech), Adi mengaku BTN akan melakukan kerja sama dengan startup lokal untuk mengembangkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis perseroan.

"Bahkan BTN rencananya akan menggelar kompetisi antar startup untuk menciptakan aplikasi yang bisa dimanfaatkan perseroan," tegasnya.


(AHL)