Penyaluran Bantuan Pangan Nontunai Efektif di 2018

Desi Angriani    •    Rabu, 06 Dec 2017 17:34 WIB
transaksi non tunai
Penyaluran Bantuan Pangan Nontunai Efektif di 2018
Gubernur BI Agus Martowardojo. MI/PALCE AMALO.

Jakarta: Pemerintah melakukan perluasan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Restra 2018. Dari total 15,5 juta penerima manfaat, sebanyak 10 juta kelompok rastra akan beralih ke bantuan pangan nontunai tahun depan.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan penyaluran bantuan sosial dan bantuan pangan ini efektif menggunakan satu kartu pada 2018. Kartu tersebut dapat digunakan untuk menebus beras dan telur di e-warong (elektronik warung gotong royong) yang merupakan agen perbankan anggota Himbara.

"Program rastra akan berjalan sesuai  dan bantuan pangan nontunai diyakinkan akan lebih efektif di 2018 dan dievaluasi siapa penerima manfaat itu juga sudah diterima (di-address)," kata Agus seusai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator PMK, Jakarta, Rabu, 6 Desember 2017.

Pemberian bantuan akan dilakukan secara bertahap mulai Januari, Februari, Juli, dan Agustus 2018 dengan menggunakan pedoman umum penyaluran bantuan nontunai oleh Kementerian terkait. Setiap warung yang menerima e-wallet ini dipastikan memenuhi kualifikasi dan memiliki fasilitas layanan digital atau elektronik data capture (EDC).

"Bahwa kartu sudah disiapkan perbankan tinggal pendampingan dan meyakini pencairan bisa dilakukan di awal tahun dengan tata kelola yang baik," imbuh dia.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menargetkan 10 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) terkover oleh BPNT 2018 nanti.

Selain tahapan jangkauan 10 juta KPM,  Menko PMK juga mencermati jangkauan ketersediaan dan kesiapan E-Warong. Setidaknya dibutuhkan 75.500 E-Warong hingga Agustus 2018.

"Perlu dipastikan bahwa satu kelurahan memiliki dua E-Warong," ujarnya.

Adapun Program Subsidi Rastra menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2017 dilaksanakan secara bertahap di 44 kota, dan pada 2018 akan diperluas di 317 Kabupaten/Kota.


(SAW)