Indonesia-Brasil Tingkatkan Kerja Sama Bilateral Peternakan dan Kesehatan Hewan

M Studio    •    Selasa, 13 Feb 2018 09:17 WIB
berita kementan
Indonesia-Brasil Tingkatkan Kerja Sama Bilateral Peternakan dan Kesehatan Hewan
(Dirjen PKH) I Ketut Diarmita menerima kunjungan Wakil Menteri Pertanian Negara Brasil Eumar Roberto Novacki di Jakarta, Senin, 12 Februari 2018 (Foto:Dok.Kementan)

Jakarta: Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) I Ketut Diarmita menerima kunjungan Wakil Menteri Pertanian Negara Brasil Eumar Roberto Novacki pada Senin, 12 Februari 2018, di Kantor Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Jakarta. 

Pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut hasil pertemuan antara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan Wakil Menteri Pertanian Negara Brasil Eumar Roberto Novacki, yang dilaksanakan pada pagi hari yang sama di Kantor Kementerian Pertanian.  

"Pertemuan ini untuk menjalin hubungan bilateral dua negara agar makin erat, serta untuk  memanfaatkan peluang kerja sama yang dapat dilakukan oleh kedua negara,” ucap I Ketut Diarmita. 

Menurut I Ketut Diarmita, untuk memperkuat kerja sama bilateral, Pemerintah Brasil telah menyampaikan beberapa tawaran kerja sama, yaitu Brasil ingin bekerja sama dalam memenuhi kekurangan pasokan daging sapi di Indonesia. Brasil melihat  konsumsi protein hewani di Indonesia saat ini masih sangat rendah dibandingkan negara anggota ASEAN lain, sehingga perlu untuk ditingkatkan.

"Mereka sampaikan bahwa populasi sapi di salah satu negara bagian Brasil memiliki populasi 14 juta ekor dengan sistem pemeliharaan yang efisien, sehingga harga daging sapi di negara mereka lebih murah,” kata I Ketut Diarmita. 

“Brasil mengundang Indonesia untuk melihat langsung sistem kesehatan hewan dan jaminan keamanan pangan di negara mereka. Brasil juga menawarkan kerja sama dalam perbaikan mutu genetik, pakan, food safety dan treacibility,” ucap I Ketut.

Indonesia memang masih perlu pasokan sapi dari negara lain karena produksi dalam negeri belum mencukupi. “Bagi kami, ini sangat bagus asalkan memenuhi persyaratan teknis,” kata dia.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga memanfaatkan peluang kerja sama dengan menawarkan ekspor obat hewan ke Brazil, mengingat Indonesia saat ini sudah mengekspor ke 57 negara senilai Rp27,674 triliun pada 2017. Selain kerja sama dalam peningkatan mutu genetik sapi, Indonesia juga ingin mengembangkan jenis rumput dari Brasil, serta mendatangkan investor Brasil untuk membangun breeding farm di Indonesia.

"Kami juga ingin orang-orang Indonesia diberikan kemudahan mempelajari breeding dan manajemen pakan ternak di Universitas Brasil. Kami ingin ada Brasil mini di Indonesia,” kata dia.

Dalam pertemuan tersebut Wakil Menteri Pertanian Negara Brasil Eumar Roberto Novacki menyatakan siap bertukar teknologi, dan tindak lanjut kerja sama akan dilakukan dengan mengaktifkan lagi working grup antar dua negara yang sudah lama tidak aktif.

Pihak Brasil juga menekankan bahwa niatnya mengekspor tidak untuk menyaingi produksi dalam negeri Indonesia, tetapi untuk mengisi kekurangan pasokan dalan meningkatkan konsumsi protein hewani melalui konsumsi daging di Indonesia. Brasil berharap dapat membantu Indonesia dalam mengembangkan peternakan nasional melalui berbagai kerja sama antara Brasil dan Indonesia.


(ROS)

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

2 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA