Kemudahan Izin Tenaga Kerja Asing tak Menambah Pengangguran

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 15 Feb 2018 18:28 WIB
Kemudahan Izin Tenaga Kerja Asing tak Menambah Pengangguran
Tenaga kerja. Medcom/M Rizal.

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menilai rencana kemudahan kepada para tenaga kerja asing untuk bekerja di Indonesia tak akan memperbesar angka pengangguran di Tanah Air. BPS yakin kebijakan ini sudah diperhitungkan pemerintah secara matang.

Kepala BPS Suhariyanto melihat pemerintah memiliki pedoman khusus meski memberikan relaksasi bagi tenaga kerja asing. Dia yakin kebijakan yang ditempuh tak akan mengorbankan tenaga kerja dalam negeri."Saya pikir enggak berpengaruh, kan pemerintah juga hati-hati, enggak akan dilepas begitu saja," kata Suhariyanto di kantor pusat BPS, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Februari 2018.

Menurut dirinya, di beberapa bidang tertentu memang diperlukan keahlian khusus yang tak bisa dipenuhi oleh tenaga kerja lokal. Namun, tentunya bakal ada penyaringan dalam menerima serbuan tenaga kerja asing."Pasti ada fitering atau persyaratan yang harus didipenuhi mereka karena kita enggak punya keahlian tersebut. Saya pikir akan selektif lah," jelas dia.

Pemerintah bakal menerbitkan peraturan presiden (Perpres) dalam rangka memberikan kelonggaran bagi tenaga kerja asing untuk masuk ke Indonesia.Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan dalam menyusun draf Perpres tersebut, pihaknya juga tengah mengkaji ulang syarat-syarat bagi tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia.

"Akan ada Perpres, tapi memang masih banyak yang perlu diselesaikan urusan imigrasinya terkait izin tinggal, visa dan lain-lain," kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Februari 2018 lalu.

Pelonggaran ini diberikan dalam rangka mengisi kekosongan tenaga ahli di beberapa bidang tertentu yang belum bisa dipenuhi dari dalam negeri, sambil menunggu persiapan yang dilakukan pemerintah untuk menciptakan SDM yang mumpuni.Mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengatakan perumusan dikhususkan untuk tenaga kerja di bidang keahlian tertentu yang sulit dipenuhi di dalam negeri, di antaranya mencakup tiga bidang yakni e-commerce, instruktur pendidikan vokasi dan tenaga kerja di bidang permesinan.

(SAW)