Petugas Pengumpul Tol Akan Dialihprofesikan

   •    Senin, 09 Oct 2017 14:02 WIB
transaksi non tunai
Petugas Pengumpul Tol Akan Dialihprofesikan
Ilustrasi. (Foto: MI/Tri Handiyatno)

Metrotvnews.com, Jakarta: AVP Corporate Communications PT Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso memastikan tidak ada petugas tol yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah sistem transaksi tol nontunai diberlakukan sepenuhnya.

"Jasa Marga adalah sebuah perusahaan BUMN, tidak akan melakukan pengakhiran hubungan kerja," tegas Heru, dalam Metro Siang, Senin 9 Oktober 2017.

Heru mengatakan pihaknya telah memutuskan bahwa petugas tol yang akan digantikan oleh sistem elektronik akan dialihprofesikan ke bagian lain setelah tak lagi bertugas sebagai pengumpul tol. Di samping pengurangan karyawan karena sifat alami seperti pensiun dan pekerja yang habis masa kerjanya karena berstatus pekerja waktu tertentu.

"Sisanya tentu dalam batas tertentu tetap membutuhkan orang di gardu. Tetap ada pekerjaan untuk mereka dalam masa transisi ini jadi tidak 100 persen cashless 100 persen pula orang hilang. Masa transisi tetap ada orang selebihnya alih profesi," kata Heru.

Heru mengungkapkan PT Jasa Marga memiliki Jasa Marga Learning Institute, petugas tol yang tidak lagi ditugaskan sebagai pengumpul tol akan direvitalisasi, diberikan pelatihan dan ditingkatkan lagi kompetensinya untuk refungsionalisasi.

Dia menambahkan, pihaknya juga sudah memetakan unit kerja di mana ada ratusan posisi yang bisa diisi oleh para petugas tol. Terbaru sudah ada 90 posisi di sistem online yang membuka kesempatan bagi pengumpul tol untuk bergabung.

Tak hanya ke perusahaan jalan tol, alih profesi juga bisa dilakukan di anak perusahaan jalan tol yang menjadi koor bisnis Jasa Marga. Juga melakukan pelatihan enterpreneurship bagi karyawan yang ingin memulai usaha mandiri.

"Kami pastikan karena kami agent of development BUMN, kami menyebutnya alih profesi jadi tidak berarti kehidupan setelah elektronifikasi akan selesai tetapi akan dialihkan," jelasnya.




(MEL)