Investasi Pariwisata Masih Terpusat di Bali dan Jakarta

Husen Miftahudin    •    Kamis, 13 Oct 2016 21:02 WIB
pariwisata
Investasi Pariwisata Masih Terpusat di Bali dan Jakarta
Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong. MTVN/Husen Miftahudin.

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akui investasi sektor pariwisata saat ini masih belum merata. Bahkan investasi pariwisata untuk pembangunan hotel dan resort hanya terpusat di Bali dan Jakarta.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengatakan, investasi pariwisata saat ini masih belum menonjol. Distribusi investasi yang belum merata menjadi tantangan Lembong mendorong investor menanamkan modalnya di daerah potensial pariwisata.

"Itulah tantangannya. Jumlah investasi sektor pariwisata masih jauh dari mencukupi. Sekarang kita sedang mendiversifikasi pariwisata 10 Bali Baru untuk meningkatkan investasi di sektor pariwisata dan pemerataannya di luar Bali dan Jakarta," ujar pria yang akrab disapa Tom di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2016).

Menurutnya, angka investasi pariwisata yang masih kecil karena sektor ini merupakan sektor padat karya. Berbeda dengan industri petrokimia, pertambangan, dan baja yang nilai investasinya besar karena merupakan sektor padat modal.

"Ada investasi di suatu resort, pariwisata, yang mungkin jumlahnya (investasi) memang berapa puluh miliar tapi bisa mempekerjakan ratusan bahkan ribuan tenaga kerja, mulai dari nelayan sampai kitchen, laundry, tour guide, dan lain sebagainya. Beda dengan sektor baja, pertambangan, dan petrokimian yang investasinya bisa puluhan bahkan ratusan triliun tapi lapangan kerjanya hanya ratusan orang," jelasnya.

Tom menambahkan, izin daerah yang berbelit juga menghambat aliran investasi sektor pariwisata. Alhasil, investor akan lari dan kembali memilih daerah yang perizinannya lebih mudah.

"Ada satu pemda yang perizinan pasang tv parabola itu butuh satu izin, mau bikin kolam renang satu izin, mau bikin bar juga satu izin. Kalau begitu investor akan lari ke wilayah lain yang perizinannya lebih sederhana dan reasonable," tukas dia.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Dadang Rizki Ratman, siap meningkatkan jumlah investasi di sektor pariwisata. Bersama dengan BKPM, Kemenpar bakal mendongkrak investasi di 10 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang Pariwisata.

"Kami sepakat dengan BKPM untuk gencar melakukan promosi untuk mencapai 20 juta wisatawan di tahun 2019," kata Dadang.

Seperti diketahui, 10 KEK atau Bali Baru tersebut adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Borobudur, Bromo, Mandalika, Wakatobi, Pulau Morotai dan Labuan Bajo.



(SAW)