BI Perketat Aturan Bilyet Giro

Eko Nordiansyah    •    Senin, 20 Mar 2017 18:35 WIB
bank indonesia
BI Perketat Aturan Bilyet Giro
Illustrasi. MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) berencana akan menyempurnakan ketentuan mengenai transaksi dengan bilyet giro. Adanya penyempurnaan aturan tersebut diharapkan bisa mengurangi penyalahgunaan bilyet giro yang selama ini dilakukan.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran BI Dyah Virgoana Gandhi mengatakan, beberapa modus sering kali digunakan dengan bilyet giro. Misalnya dengan pemindahtanganan bilyet giro dengan cara mengosongkan nama dan nomor rekening penerima.

"Terdapat praktik penggunaan bilyet giro sebagai sarana perintah transfer kredit. Caranya adalah penunjukkan bilyet giro dilakukan sendiri oleh penarik untuk ditransfer ke rekening penerima. Ada pula praktik penyalahgunaan bilyet giro. Modusnya adalah memanipulasi pengisian data pada warkat asli," ujarnya di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin 20 Maret 2017.

Untuk itu, BI berencana mengubah beberapa ketentuan. Pertama adalah bilyet giro yang berlaku hanya 70 hari dari sebelumnya 70 hari plus 6 bulan. Sementara syarat formal disyaratkan tanggal penarikan, tanda tangan basah penarik, dan tanggal efektif dari hanya tempat dan tanggal penarikan serta tanda tangan penarik.

"Pada ketentuan lama bilyet giro bisa diserahkan oleh pihak selain penerima, sementara pada ketentuan baru bilyet giro harus diserahkan sendiri oleh penerima atau kuasanya. Syarat formal bilyet giro bisa diisi oleh pihak lain, akan tetapi pada ketentuan baru syarat formal harus diisi oleh penarik pada saat penerbitan bilyet giro," jelas dia.

Selain itu, bank sentral juga mengubah aturan mengenai jumlah koreksi pada bilyet giro. Jika sebelumnya jumlahnya tidak dibatasi namun kini jumlah koreksi hanya bisa dilakukan sebatas tiga kali yaitu pada seluruh field kecuali tanda tangan.

Saat ini, ketentuan tersebut dirangkum dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 18/41/PBI Tanggal 21 November 2016 dan Surat Edaran (SE) BI Nomor 18/32/DPSP Tanggal 29 November 2016. Nantinya aturan baru akan mulai berlaku sejak 1 April 2017.

"Bilyet giro yang diterbitkan sebelum PBI tersebut berlaku tetap dapat dibayarkan sampai berakhirnya masa berlaku bilyet giro. Bilyet giro dengan format lama masih dapat digunakan paling lambat 31 Desember 2017," pungkasnya.



(SAW)