BI Dorong Fintech Ikut Berperan Tingkatkan Inklusi Keuangan

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 10 Oct 2017 16:09 WIB
bank indonesia
BI Dorong <i>Fintech</i> Ikut Berperan Tingkatkan Inklusi Keuangan
Illustrasi. MI/Usman.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mendorong perusahaan financial technology (fintech) bisa ikut mendorong peningkatan inklusi keuangan. Apalagi saat ini tingkat akses keuangan di Indonesia baru mencapai 36 persen dari target 75 persen pada 2019.

Direktur Kepala Program Elektronifikasi dan Keuangan Inklusif BI Pungky P. Wibowo mengatakan, upaya ini sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo. Untuk itu adanya fintech bisa membantu peran yang dilakukan oleh lembaga jasa keuangan.

"Ada kecenderungan baru, fintech akan menjadi giant player. Positifnya, kita punya financial inclusion 2011 baru 20 persen, kita improve dengan lintas sektor meningkat menjadi 36 persen," kata dia dalam sebuah diskusi di kawasan Semanggi, Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Dirinya menambahkan, kehadiran fintech dengan berbagai inovasi yang ditawarkan memungkinkan masyarakat lebih mudah mengakses jasa keuangan. Apalagi potensi di masyarakat Indonesia juga cukup besar sehingga memberi peluang bagi fintech.

"Kita meyakini bisa karena kita melihat akses keuangan ini bisa tercapai dengan Fintech. Yang akhirnya akan mencapai tujuan kita dalam mendukung pertumbuhan ekonomi," jelas dia.

Meski begitu, BI selaku regolator tetap akan memberikan regulasi agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari. Alasannya agar apa yang dilakukan oleh perusahaan fintech tetap menjaga prinsip kehati-hatian sehingga mampu menjaga stabilitas sistem keuangan.

"Tapi fintech perkembangan pesat harus dibarengi regulasi yang kondusif. Impactnya akan kerasa. Konsekuensinya peraturan yang mendorong dan prudent dan ketiga menciptakan iklim bisnis yang kondusif," pungkasnya.


(SAW)