Menko Darmin Ingin KEK di Sumatera Bersaing dengan Negara Tetangga

Eko Nordiansyah    •    Senin, 12 Feb 2018 21:15 WIB
kekayaan energi
Menko Darmin Ingin KEK di Sumatera Bersaing dengan Negara Tetangga
Menko Perekonomian Darmin Nasution. Dokumentasi Setkab.

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menginginkan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Sumatera mampu bersaing dengan negara tetangga. Apalagi KEK di wilayah tersebut berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.

"Perlu dicermati betul, di sebelah daerah Singapura dan Malaysia ada banyak KEK dan itu saingan kita," kata Darmin  di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin, 12 Februari 2018.

Saat ini tercatat ada empat KEK yang berada di pulau Sumatera, yaitu KEK Arun Lhokseumawe di Aceh, KEK Sei Mangkei Sumatera Utara, KEK Tanjung Kelayang Belitung, dan KEK Tanjung Api-Api Sumatera Selatan. Keempatnya memiliki fokus pengembangan yang berbeda.

Dirinya menambahkan, KEK di sepanjang Selat Malaka harus bisa menarik investor untuk memenangkan persaingan dengan Singapura dan Malaysia. Salah satunya dengan pelayanan administrator dan badan usaha pembangunan dan pengelola (BUPP) yang lebih baik.

"Kita harus bisa lebih menarik dari mereka supaya investor cepat datang, menarik tentunya dari sisi pelayanan pemberian izin dan pelayanan BUPP. Dengan demikian tujuan dari dibentuknya, dikembangkannya KEK untuk mempercepat industri di luar jawa bisa tercapai," jelas dia.

Selain itu, pembangunan KEK juga dimaksudkan agar pertumbuhan ekonomi bisa merata dan tidak terpusat di Jawa saja. Apalagi mayoritas dari KEK ditujukan untuk pengembangan industri, dan hanya beberapa saja yang mengedepankan pariwisata.

Darmin juga meminta KEK yang ada untuk segera merealisasikan pembebasan lahan agar bisa dikembangkan dan menarik investor. Di sisi lain dirinya juga meminta kemudahan perizinan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk memudahkan investor.





(SAW)


Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

2 hours Ago

Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan jual yang tinggi karena krisis ekonomi di Turki menggangg…

BERITA LAINNYA