Bulog Diminta Gelontorkan Beras Impor Demi Turunkan Harga ke Rp9.450/Kg

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 09 Mar 2018 17:46 WIB
bulogimpor berasberas impor
Bulog Diminta Gelontorkan Beras Impor Demi Turunkan Harga ke Rp9.450/Kg
Ilustrasi pedagang beras. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga beras yang masih tinggi, salah satunya yakni dengan menugaskan Perum Bulog untuk menggelontorkan stok yang ada di gudang pada bulan ini.

Enggar mengatakan beras yang digelontorkan termasuk yang berasal dari beras impor. Dia bilang, hal tersebut telah diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas).

"Saya sudah mulai rapat, begitu siap targetnya minggu depan digelontorin," kata Enggar di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Maret 2018.

Enggar mengatakan berapa pun jumlah yang dibutuhkan akan digelontorkan ke pasar demi menciptakan harga yang murah, Dia ingin agar harga di tingkat pedagang yakni Rp9.450 per kilogram (kg).

"Berapa pun 10 ribu ton, 13 ribu ton kita kasih. Simpan di gudang kelamaan saya periksa gudang, kalau numpuk kita segel," jelas dia.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat harga beras masih mengalami penigkatan di Febrari 2018. Kenaikan harga beras yang paling tinggi yakni terjadi pada jenis beras kualitas rendah atau yang biasanya digunakan untuk beras sejahtera (rastra). Kenaikan beras jenis ini mencapai 1,99 persen dari Rp9.793 per kg di Januari menjadi Rp9.987 per kg.

Selain itu beras kualitas medium juga mengalami kenaikan 0,37 persen dari Rp10.177 menjadi Rp10.215 per kg. Serta beras kualitas premium sebesar 0,31 persen dari Rp10.350 per kg menjadi Rp10.382 per kg.

Untuk beras di level grosir mengalami kenaikan sebesar 1,13 persen dibanding bulan lalu. Begitu juga beras di level eceran mengalami kenaikan 1,14 persen.

 


(AHL)