'The New Bali' Ditawarkan ke Investor Dubai

Devi Triana    •    Kamis, 12 Apr 2018 11:52 WIB
baliinfrastrukturbappenas
'The New Bali' Ditawarkan ke Investor Dubai
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (tengah). (Foto: Metro TV/Devi Triana)

Dubai: Sejumlah investor di Uni Emirat Arab menyambut positif kinerja pemerintah yang progresif dalam upayanya menciptakan iklim bisnis dan investasi yang kondusif.

Masalah kepastian hukum dan perlunya informasi rutin terkait regulasi investasi dan perkembangan proyek di Indonesia menjadi salah satu isu yang mengemuka di sesi pertemuan pemerintah dengan pengusaha dan lembaga investasi di forum Annual Investment Meeting (AIM) ke-8 di Dubai World Trade Centre sejak Selasa, 10 April 2018.

Pemerintah Indonesia yang tahun ini diwakili Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengadakan pertemuan dengan beberapa pengusaha dan lembaga investasi Uni Emirat Arab diantaranya dengan Investment Corporation Dubai/Al Nowais Investments/dan Sekjen UEA International Investor Council.

Dalam pertemuan tersebut Menteri Bambang memaparkan potensi investasi infrastruktur berikut skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha KPBU dan pembiayaan infrastruktur nonanggaran pemerintah PINA sebagai alternatif pembiayaan dalam pembangunan infrastruktur publik di Indonesia.

"Forum AIM di Dubai ini menjadi penting, setidaknya kita tawarkan kepada seluruh potensial investor bahwa Indonesia sekarang ada proyek infrastruktur. Kali ini kita lakukan pendekatan berbeda yakni promosi investasi yang difokuskan pada pendekatan kewilayahan, salah satunya poyek 10 destinasi wisata baru Indonesia atau The Ten New Bali dan pengembangan kawasan ekonomi khusus, jelas Bambang," tutur Bambang di Dubai, Uni Emirat Arab, Rabu, 11 April 2018.




Indonesia yang masuk tiga besar negara tujuan investasi menarik di Asia, kini memang menjadi perhatian para investor Timur Tengah yang biasanya hanya fokus ke benua Amerika atau Eropa Barat.

Namun diungkapkan Bambang, para investor berharap, kepastian hukum dan informasi rutin terkait perkembangan proyek investasi dan regulasinya lebih ditingkatkan.

"Terlebih, dari hasil pertemuan terungkap informasi terkait investasi Indonesia masih minim bagi mereka, terutama soal aturan dan pemilihan partner lokal. Ini tentunya sebuah pelajaran baik bagi Indonesia," jelas Bambang.

Namun di sisi lain mereka juga mengapresiasi Pemerintah Indonesia saat ini yang progresif dalam mereformasi iklim bisnis investasi dan ekonomi.

Chairman Alnowais Investments Hussain J Alnowais meyakini pemerintahan Indonesia saat ini. Sehingga mereka tertarik untuk berinvestasi. Memberi kepercayaan pada investor dan ada stabilitas.

"Indonesia negara populasi besar pasti butuh tenaga pembangkit listrik, infrastruktur, industrinya juga berkembang. Kita percaya dengan pemerintahan saat ini, apalagi setelah bertemu Menteri PPN kami semakin semangat untuk berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan yang mungkin bisa direalisasikan," papar dia.

Menurut data BKPM, realisasi investasi Uni Emirat Arab terlihat dalam lima tahun terakhir. Diantaranya Mubadala Petroleum, DP World di PT Terminal petikemas Surabaya, Lulu Group International serta Dubai Islamic Bank melalui PT Bank Panin Syariah dengan akuisisi 40 persen saham senilai USD40 juta.



Namun menurut Rizky, dari BKPM Abu Dhabi, data realisasi investasi yang ada di BKPM tidak bisa mencerminkan total investasi foreign direct investment dari UAE ke Indonesia. Karena BKPM tidak mencatat realisasi investasi dari sektor hulu migas, jasa keuangan, investasi dari perusahaan UAE yang menggunakan SPV negara ke-3 seperti Singapura atau Hong Kong, dan lain-lain.

Indonesia memang tengah gencar mencari peluang baru investasi  ke para investor Timur Tengah, diluar investor yang sudah masuk ke Indonesia seperti dari Tiongkok, Korea, Jepang, atau Amerika.

Menteri Bambang menambahkan hal ini sejalan dengan kebijakan investasi Uni Emirat Arab utamanya yang mulai beralih ke negara-negara emerging market di Asia termasuk Indonesia.

Dalam forum ke-8 AIM, Menteri Bambang juga menjadi salah satu pembicara dalam diskusi panel tentang "Public Private Partnership for Public Infrastructure Development". Dia mengemukakan pentingnya skema PPP bagi investasi di Indonesia.

Forum ini dihadiri 19 ribu delegasi dari perwakilan pemerintah dan investor dari 141 negara di Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika Serikat. Forum Annual Investment Meeting dari 9-11 April ini mengusung tema "Linking Developed and Emerging Markets through FDI: Partnership for Inclusive Growth and Sustainable Development."

Indonesia sendiri sudah ke-8 kalinya mengikuti dan membuka pavilion Indonesia di Forum investasi internasional di bawah koordinasi BKPM, dan tahun ini bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia, dan BP Tanjung Pinang serta didukung oleh KBRI Abu Dhabi dan Konjen Dubai.

 


(AHL)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA