Indonesia-Australia jadi Mitra Strategis Perdagangan

Ilham wibowo    •    Jumat, 07 Sep 2018 14:46 WIB
indonesia-australia
Indonesia-Australia jadi Mitra Strategis Perdagangan
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan (Kemdag), Iman Pambagyo. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Australia tak lama lagi akan bersepakat dalam meningkatkan sektor perdagangan melalui kerja sama Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA). Dokumen resmi akan ditandatangani pada November 2018.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iman Pambagyo mengatakan sejumlah poin penting yang menjadi kunci dari kesepakatan ini. Kedua negara bakal menyepakati komitmen saling mengais manfaat dalam kemudahan proses perdagangan.

"Perundingan ini sudah diselesaikan, ditekankan kepada kemitraan dan kerja sama kedua negara. Masih ada dua bulan sampai menandatangani perjanjian yang akan dilakukan pada November 2018," ujar Iman di Gedung Kemendag, Jakarta, Jumat, 7 September 2018.

Iman mengatakan kesepakatan IA-CEPA ini bakal meningkatkan level hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi. Tak hanya itu, komitmen yang dilaksanakan juga lebih tinggi dibanding Free Trade Agreement (FTA) lantaran menggabungkan kemitraan komprehensif di bidang perdagangan barang, jasa, investasi, serta kerja sama ekonomi.

Baca: PM Australia ke Indonesia Deklarasikan Perdagangan Bebas

"Biasanya FTA hanya menegosiasikan akses pasar, tetapi CEPA dengan Australia ini mencakup juga kerja sama bagaimana kedua negara dapat tumbuh bersama memanfaatkan kekuatan masing-masing untuk menciptakan kekuatan ekonomi baru di kawasan," ungkapnya.

Australia merupakan negara maju yang menjadi salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia. Dengan penduduk lebih dari 23 juta jiwa, dengan pertumbuhan ekonomi riil rata-rata 2,75 persen per tahun selama lima tahun terakhir.

Sementara dari segi geografis, letak Australia yang terpisah dari negara lainnya menjadikan Indonesia sebagai mitra yang potensial bagi Australia. Australia juga merupakan salah satu negara investor utama Indonesia dengan lebih dari 400 perusahaan Australia yang beroperasi di Indonesia seperti sektor pertambangan, pertanian, infrastruktur, keuangan, kesehatan, makanan, minuman, dan transportasi.

Iman meyakini kemitraan tersebut akan memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Australia dalam jangka waktu yang panjang. Pasalnya, perundingan yang dilakukan bakal menguntungkan secara berimbang.

"Sangat disayangkan kalau perundingan ini dilewatkan. Kami harapkan dapat pemasukan dari sektor yang bersangkutan," ucapnya.

 


(AHL)