Petani DIY Dimbau Tanam Varietas Padi dan Palawija

   •    Minggu, 13 May 2018 12:56 WIB
petani
Petani DIY Dimbau Tanam Varietas Padi dan Palawija
Illustrasi. ANT.

Yogyakarta: Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau para petani menanam varietas padi dan palawija yang relatif tahan terhadap kekeringan lahan selama musim kemarau.

"Misalnya (varietas padi yang dipilih) jenis gogo. Varietas padi gogo tidak terlalu banyak membutuhkan air," kata Kepala Dinas Pertanian DIY Sasongko di Yogyakarta dikutip dari Antara, MInggu, 13 Mei 2018.

Ia mengatakan tanpa menyesuaikan penanaman padi dengan varietas yang tepat dikhawatirkan akan berpengaruh pada pencapaian produksi padi selama 2018.
Selain melakukan penyesuaian varietas padi, pemerintah kabupaten/kota diharapkan segera melakukan perbaikan jaringan irigasi sejak dini. 

Dinas terkait di tingkat kabupaten juga diharapkan mampu menyiapkan embung atau cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air sebagai salah satu upaya mengantisipasi kekeringan.

Dengan upaya penyesuaian itu, menurut dia, meski akan melalui musim kemarau panjang DIY akan tetap mampu berkontribusi secara maksimal mendorong pencapaian swasembada tanaman pangan nasional berupa padi, jagung, dan kedelai pada tahun ini.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiono mengatakan secara umum Wilayah DIY sudah masuk musim kemarau. Rata-rata kondisi cuaca cerah berawan di siang hari dengan suhu udara maksimum mencapai 32-34 celsius.  

"Sedangkan di malam hingga pagi hari suhu minimum bisa mencapai 21-23 celsius," kata dia.

Awal musim kemarau di DIY terjadi secara bertahap mulai akhir April lalu dimulai dari bagian timur-selatan Yogyakarta dengan curah hujan kurang dari 50 milimeter per dasarian, selanjutnya tengah-barat dan terakhir di utara Yogyakarta.

"Paling awal terutama Gunung Kidul bagian timur-selatan, kecuali Kecamatan Gedangsari dan Ngawen bagian utara," kata Djoko.

Selanjutnya, sebagian wilayah Kabupaten Kulon Progo meliputi Temon bagian timur, Kokap bagian timur, Wates, Pengasih, Panjatan, Lendah, Galur, Sentolo, serta Nanggulan. Adapun paling akhir kemarau terjadi di Pakem bagian utara atau kawasan Gunung Merapi.



(SAW)