10 Tips Investasi Reksa Dana bagi Generasi Milineal

Desi Angriani    •    Kamis, 15 Jun 2017 14:33 WIB
10 Tips Investasi Reksa Dana bagi Generasi Milineal
Illustrasi. ANT/Akbar Nugroho Gumay.

Metrotvnews.com, Jakarta: Minat  generasi milenial Indonesia terhadap investasi reksa dana diprediksi meningkat seiring pertumbuhan 35 juta kaum urban-middle-class millennials pada 2020.

Berikut 10 tips cerdas dalam berinvestasi yang dikutip dari PT Aberdeen Asset Management atau yang dikenal “10 Golden Rules”. Tips tersebut dikemas dalam platform digital yang menampilkan video maupun games bagi para pemula.

1. Memilih perusahaan yang memberikan perlakuan yang adil bagi semua pemegang saham. Berdasarkan pengalaman Aberdeen, cara terbaik menilai apakah orang yang mengendalikan perusahaan akan berlaku adil dimasa depan dengan melihat apalah pemegang saham perusahaan tersebut sudah berlaku adil di masa lalu.

2. Perhatikan kualitas sumber daya manusia perusahaan, bukan seberapa besar asetnya. Hasil jangka panjang suatu perusahaan bergantung pada kualitas orang-orang yang terlibat di dalamnya

3. Perhatikan kondisi keuangan perusahaan tersebut. Penting mengamati apa yang perusahaan lakukan dengan kas mereka, apa mereka memiliki kas terllau banyak atau berjudi dengan berinvestasi dalam sebuah instrumen keuangan yang aneh.

4. Pahami apa yang akan Anda beli. Hindari saat bisnis sebuah perusahaan menjadi tidak masuk akal sebagai contoh saat industri dengan low barries to entry menghasilkan keuntungan besar.

5. Waspada, jangan percaya terhadap janji hasil yang berlebihan. Seringkali perusahaan tergoda untuk melakukan ekspansi atau melakukan investasi pada suatu hal baru yang merupakan di luar keahlian mereka.

6. Berpikir jangka panjang. Selaraskan jangka waktu investasi dengan perusahaan dimana akan berinvestasi. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan sedang membangun pabrik maka perusahaan itu baru dapat memberikan keuntungan paling tidak 10 tahun ke depan. Selain itu, pegerakan harga saham dalam jangka waktu pendek biasanya tidak menggambarkan kondisi perusahaan yang sebenarnya.

7. Tolak ukur indeks hanyalah alat acuan. Bobot perusahaan di sebuah indeks hanya akan menginformasikan apa yang terjadi di masa lalu bukan apa yang terjadi di masa depan.

8. Ambil kesempatan dari kondisi pasar irasional. Kita harus bisa mengambil keuntungan dari kepanikan investor bukan bergabung dalam keriuhan. Bayangkan saja penurunan 20 persen pada harga saham merupakan diskon 20 persen di departemen store, sebuah kesempatan untuk mendapatkan harga yang murah.

9. Lakukan riset dan analisa sebelum mengambil keputusan. Riset dari broker juga bisa digunakan.

10. Fokus pada industri yang berpotensi memiliki keuntungan kompetitif berkelanjutan. Industri yang memiliki kesulitan tinggi untuk dimasuki memberikan keuntungan kompetitif kelada pemain lama.
(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

3 days Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA