Petani Butuh Kemudahan Investasi

Arif Wicaksono    •    Kamis, 18 May 2017 16:38 WIB
petani
Petani Butuh Kemudahan Investasi
Illustrasi. ANTARA FOTO/Anis Efizudin.

Metrotvnews.com, Jakarta:  Indonesia dikenal sebagai salah satu negara agraris terbesar di dunia dengan penghasilan dari sektor pertanian yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, masih banyak petani yang sulit mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan di indonesia.

CEO Crowde Yohanes mengatakan, sistem peminjaman dari bank di Indonesia saat ini masih sulit diakses oleh para petani. Hal ini yang menjadi diperlukannya berbagai sarana bagi investor untuk masuk ke sistem pertanian.

"Hal ini menyebabkan lintah darat atau tengkulak dengan mudah mengambil untung yang sangat banyak dari petani. Kualitas hidup para petani menurun karena tidak bisa menikmati hasil kerja keras mereka secara utuh akibat besarnya bunga pinjaman," ungkap Yohanes  dikutip dari keteranganya di Jakarta, Kamis 18 Mei 2017.

Dia mengatakan investasi  di Crowde akan membantu para petani untuk mendapatkan modal. Keuntungan antara petani dan investor akan dibagi saat hasil panen dengan periode dan ekspektasi keuntungan yang telah ditetapkan. Dia menjelaskan sistem bagi hasil Crowde dengan petani dengan sistem bagi hasil setelah panen, sesuai dengan persentase modal investasi yang diberikan.

"Petani yang bergabung dalam platform ini telah terseleksi. Mereka telah memiliki pasar untuk hasil panennya, sehingga para investor tak perlu takut dalam hal pemasaran," tutup Yohanes.

Salah seorang petani, Iwan, mengatakan bahwa selama ini kami para petani cukup mengalami kesulitan modal dalam mengembangkan pertanian.

"Kami, sebagai petani kecil tentu sangat sulit mendapatkan kredit dari bank. Sedangkan bila kami bekerjasama dengan tengkulak, bunganya sangat tinggi,." jelas dia.


(SAW)