Survei BI: Harga Rumah Naik dan Volume Penjualan Melambat

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 16 May 2017 10:13 WIB
bank indonesiapropertirumahperumahan
Survei BI: Harga Rumah Naik dan Volume Penjualan Melambat
Gedung Bank Indonesia (MI/SUSANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) merilis Survei Harga Properti Residensial (SHPR) pada kuartal I-2017 mengindikasikan peningkatan pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial kuartal I-2017 yang tumbuh sebesar 1,23 persen (qtq), naik dari 0,37 persen (qtq) pada kuartal sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, kenaikan harga rumah terjadi pada semua tipe rumah, terutama tipe kecil, dengan kenaikan tertinggi terindikasi di Surabaya. Peningkatan harga rumah terutama berasal dari kenaikan harga bahan bangunan dan upah pekerja.

"Di tengah meningkatnya pertumbuhan harga rumah, volume penjualan properti residensial mengindikasikan perlambatan," kata Tirta, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa 16 Mei 2017.

Volume penjualan pada kuartal I-2017 tumbuh sebesar 4,16 persen (qtq), melambat dibandingkan dengan 5,06 persen (qtq) pada kuartal sebelumnya. Hal ini sejalan dengan indikasi penyaluran KPR dan KPA pada kuartal I 2017 yang masih belum kuat.

"Hasil survei juga menunjukkan bahwa dana internal perusahaan masih menjadi andalan pengembang dalam pembangunan properti residensial," jelas dia.

Sebagian besar pengembang atau 54,14 persen menyatakan bahwa dana internal perusahaan masih menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti. Sementara itu dari sisi konsumen, fasilitas KPR atau 74,31 persen tetap menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi pembelian properti.

 


(ABD)