Indonesia-Malaysia 'Pasang Badan' Hadapi Resolusi Parlemen Eropa

Annisa ayu artanti    •    Senin, 17 Apr 2017 15:33 WIB
kelapa sawit
Indonesia-Malaysia 'Pasang Badan' Hadapi Resolusi Parlemen Eropa
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia dan Malaysia siap 'pasang badan' terhadap resolusi parlemen Eropa yang mendiskreditkan minyak sawit dan menuduh sebagai ladang korupsi, eksploitasi pekerja anak, pelanggaran HAM, dan menghilangkan hak masyarakat adat.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan Indonesia dan Malaysia siap menghadapai tuntutan tersebut, sebab dua negara serumpun ini memegang pangsa pasar minyak sawit terbesar di dunia. 

"Market share kita dan Malaysia di dunia itu kan 85 persen. Nah kita berdua saja 85 persen, dari pada kita sendiri-sendiri, kita berdua lah bersama-sama dengan Malaysia menghadapi tuntutan ini," kata Enggartiasto di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta, Senin 17 Maret 2017.




Enggartisto juga menjelaskan, sejak pemerintah Indonesia menyampaikan keberatannya kepada parlemen Uni Eropa tentang hal tersebut, belum ada tanggapan balik dari pihak Uni Eropa. Jika ini didiamkan terus menerus, jelas sekali bahwa Uni Eropa ingin membuka perang dagang dengan Indonesia.

"Kalau ini terjadi, apa yang kita sepakati dalam berbagai pembicaraan mengenai perang dagang, anda memulai ini," ucap dia.

Politisi Partai NasDem itu menambahkan, saat ini pihaknya sudah melakukan pertemuan dan membuat tim kecil dengan beberapa pengusaha sawit untuk menanggapi tuduhan tersebut.  Tim kecil akan mengambil mengumpulkan data dan siap mengambil langkah serius tentang resolusi Uni Eropa itu.

"Berbagai kajian yang sudah mereka miliki, perusahaan miliki kita kumpulkan. Untuk mereka bersiap ngambil berbagai langkah yang harus dilakukan, yang kita anggap perlu dilakukan," pungkas dia.





(SAW)