Lepas FLPP, BTN akan Tetap Salurkan KPR Subsidi

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 13 Jul 2017 19:21 WIB
btn
Lepas FLPP, BTN akan Tetap Salurkan KPR Subsidi
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan tetap konsisten dalam Program Sejuta Rumah dan optimistis mencapai target pembiayaan rumah subsidi meski sudah tidak termasuk ke dalam bank penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Direktur Utama BTN Maryono dalam keterangannya mengatakan perseroan hingga saat ini masih terus membiayai rumah subsidi. Namun skema yang diterapkan melalui Subsidi Selisih Bunga (SSB) bukan lagi pemberian FLPP.

"Bagi BTN tidak ada imbasnya, malah kami bisa membiayai rumah subsidi lebih banyak lagi dan berlipat-lipat," katanya, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis 13 Juli 2017.

Menurut Maryono, hingga Juni 2017 pembiayaan perumahan yang disalurkan perseroan mencapai 370.217 unit rumah atau setara 55,58 persen dari target. Dukungan tersebut terdiri atas penyaluran KPR untuk sekitar 106.218 unit rumah dan pemberian kredit kontruksi untuk pembangunan sekitar 263.999 unit rumah, di mana dari jumlah tersebut penyaluran untuk KPR subsidi sekitar 82.225 unit rumah.

"Kami yakin dapat melaksanakan target penyaluran KPR Subsidi yang ditentukan oleh Kementerian PUPR tahun ini," ujarnya.

Program Sejuta Rumah telah berjalan pada April 2015 hingga Juni 2017 perseroan telah menyalurkan kredit perumahan sekitar 1,44 juta unit dengan nilai total mencapai Rp156 triliun. Khusus rumah subsidi, BTN telah menyalurkan KPR untuk 367.070 unit senilai Rp40,26 triliun, dan dalam bentuk kredit konstruksi untuk 561.046 unit dengan nilai Rp22,18 triliun.

Sementara untuk rumah nonsubsidi, BTN telah merealisasikan KPR untuk 127.993 unit rumah dengan nilai Rp35,16 triliun dan kredit konstruksi untuk 383.747 unit dengan nilai Rp58,34 triliun.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menurunkan target pembiayaan perumahan bersubsidi dari 345 ribu unit menjadi 279 ribu unit. Penurunan itu terkait dengan penarikan diri BTN yang memilih tidak menyalurkan pembiayaan perumahan menggunakan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). BTN memilih lebih berkonsentrasi menyalurkan pembiayaan perumahan menggunakan skema subsidi selisih bunga (SSB).

Dengan demikian, tahun ini jumlah kredit pemilikan rumah (KPR) menggunakan SSB sebesar 239 ribu unit dan KPR FLPP sebesar 40 ribu unit.

Subsidi uang muka

Sementara itu Menteri BUMN Rini Soemarno menambahkan, informasi yang mengatakan BTN tidak lagi membiayai rumah FLPP adalah salah.

"Skemanya sekarang pakai sistem subsidi uang muka dan subsidi selisih bunga. Dengan sistem yang seperti ini jumlah yang dibiayai bisa lebih banyak," tegasnya.


(AHL)