IMF dan Bank Dunia Luncurkan Bali Fintech Agenda

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 11 Oct 2018 18:43 WIB
IMF-World Bank
IMF dan Bank Dunia Luncurkan Bali Fintech Agenda
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde. Dok; AFP.

Nusa Dua: Dana Moneter Internasional (IMF) dan Kelompok Bank Dunia meluncurkan Agenda Fintech Bali, satu set dari 12 elemen kebijakan yang bertujuan membantu negara-negara anggota untuk mengambil manfaat dan peluang kemajuan pesat dalam teknologi keuangan yang mengubah penyediaan layanan perbankan, sementara pada saat yang sama mengelola risiko yang melekat.

Agenda itu mengusulkan kerangka masalah tingkat tinggi yang harus dipertimbangkan negara-negara dalam diskusi kebijakan domestik mereka sendiri. Ke-12 elemen tersebut diperoleh dari pengalaman anggota yang mencakup topik mengaktifkan fintech, memastikan ketahanan sektor keuangan, mengatasi risiko, dan mempromosikan kerja sama internasional.

"Ada sekitar 1,7 miliar orang di dunia tanpa akses ke layanan keuangan. Fintech dapat memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi mereka dan di seluruh keanggotaan pada umumnya. Semua negara mencoba untuk memperoleh manfaat ini, sambil juga mengurangi risiko," kata Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde di Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018.

Menurut Lagarde, dunia membutuhkan kerja sama internasional yang lebih besar untuk mencapai itu, dan untuk memastikan revolusi fintech menguntungkan bukan hanya segelintir orang. Agenda ini menyediakan kerangka kerja yang berguna bagi negara-negara untuk menilai pilihan kebijakan mereka dan menyesuaikannya dengan keadaan dan prioritas mereka sendiri.

Sementara itu, Presiden Kelompok Bank Dunia Jim Yong Kim menyebutkan Bali Fintech Agenda menyediakan kerangka kerja untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah. Apalagi di negara-negara tersebut akses ke layanan keuangan rendah.

"Negara-negara menuntut akses yang lebih dalam ke pasar keuangan, dan Kelompok Bank Dunia akan fokus pada memberikan solusi fintech yang meningkatkan layanan keuangan, mengurangi risiko, dan mencapai pertumbuhan ekonomi inklusif yang stabil," jelas dia.

Lagarde dan Kim mempresentasikan Agenda dalam diskusi panel bersama dengan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Cadangan Afrika Selatan Lesetja Kganyago, dan Gubernur Bank Inggris dan Ketua Dewan Stabilitas Keuangan Mark Carney. Sebelumnya Presiden Joko Widodo juga membuka sesi tersebut.

 


(SAW)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

20 hours Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA