BI Masih Terus Waspada Meski Rupiah Sudah Perkasa

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 07 Nov 2018 20:04 WIB
rupiahbank indonesia
BI Masih Terus Waspada Meski Rupiah Sudah Perkasa
Rupiah. MI/RAMDANI.

Jakarta: Bank Indonesia (BI) masih terus mewaspadai penguatan mata uang rupiah meskipun mata uang garuda sudah berada di level Rp14.500 per dolar Amerika Serikat (USD).

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah mengatakan penguatan rupiah hari ini dipengaruhi oleh melemahnya USD terhadap seluruh mata uang dunia akibat kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS)

"Rupiah semakin menguat, masih dipengaruhi oleh melemahnya dolar terhadap seluruh mata uang dunia, di tengah menguatnya ekspektasi kemenangan partai demokrat dalam pemilu sela untuk memguasai kongres AS," kata Nanang di Jakarta, Rabu, 7 November 2018.

Nanang menjelaskan penguatan tersendiri tercermin dari pelepasan dolar AS oleh investor asing dan perbankan. Hal tersebut menyebabkan  rupiah menguat sangat cepat di tengah kondisi pasar valas yang likuid.

"Masuknya dana investor asing juga mencerminkan confidence terhadap ekonomi domestik tetap kuat ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inflasi yang terjaga rendah dan stabil," jelas dia.

Meski demikian, Nanang melanjutkan BI terus mewaspadai penguatan rupiah ini. Sebab penguatan ini terjadi setelah parena selama tahun 2018 telah melemah terlalu tajam.

"Bank Indonesia terus memonitor dan mewaspadai penguatan rupiah ini, namun tetap akan lebih memberikan ruang bagi bekerjanya mekanisme pasar," ujar dia.

Seperti diketahui, menurut Bloomberg, rupiah pada penutupan perdagangan sore ini kembali pada level Rp14.500 dengan berada pada Rp14.590 per USD atau melemah 214 bps.

Yahoo Indonesia juga mencatat mata uang rupiah naik 225 poin dengan berada pada Rp14.575 per USD. Sedangkan Bank Indonesia melansir mata uang upiah naik dengan berada pada Rp14.764 per USD.


(SAW)