Pemerintah Diminta Jaga Stabilitas Harga Barang Kebutuhan Pokok

   •    Kamis, 08 Nov 2018 11:01 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi indonesia
Pemerintah Diminta Jaga Stabilitas Harga Barang Kebutuhan Pokok
Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati (kiri) (MI/ARYA MANGGALA)

Jakarta: Institute for Development of Economics and Finance (Indef) berpendapat stabilitas harga barang kebutuhan pokok perlu dijaga agar laju pertumbuhan ekonomi tetap positif pada kuartal IV-2018. Tidak hanya itu, dengan harga kebutuhan pokok terjaga maka nantinya bisa mendukung tingkat konsumsi masyarakat.

"Pada kuartal IV-2018 masih ada Natal dan Tahun Baru, itu merupakan konsumsi rumah tangga yang kuncinya ada pada stabilitas harga kebutuhan pokok dan elastisitas kesempatan kerja," kata Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

Ia menilai sisi elastisitas kesempatan kerja relatif stagnan, sehingga kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomoi pada triwulan IV-2018 akan lebih bertumpu pada stabilitas harga kebutuhan pokok. Menurut Enny gejolak harga beras menjadi potensi yang dapat mengganggu stabilitas harga kebutuhan pokok.

"Produksi beras Oktober, November, dan Desember menurut BPS prediksinya defisit. Artinya tidak terjadi panen raya dan pasokannya relatif menurun. Ini harus diantisipasi bagaimana pemerintah punya instrumen stabilitasi harga beras sampai akhir tahun," kata dia.

Selain itu, tambahnya, dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap inflasi yang berasal dari luar negeri juga perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Enny berpendapat inflasi yang berasal dari luar negeri akibat pelemahan kurs belum tertransmisikan selama triwulan II-2018 dan triwwulan III-2018 karena masih digunakannya harga bahan baku yang lama.

"Setelah tiga bulan, ini pasti juga akan dimasukkan kepada harga pokok produksi yang baru. Sehingga ini yang harus diantisipasi ke depan bagaimana harga kebutuhan masyarakat tidak naik," pungkas dia.


(ABD)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

8 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA