Mandiri Syariah Optimistis Bisa IPO di 2020

Angga Bratadharma    •    Kamis, 08 Nov 2018 16:11 WIB
bsm
Mandiri Syariah Optimistis Bisa IPO di 2020
Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari (tengah) diapit Direktur Putu Rahwidhiyasa (kanan), Direktur Ade Cahyo Nugroho (kedua kanan), Direktur Achmad Syafii (kiri), dan Direktur Kusman Yandi (kedua kiri) (Foto: Mandiri Syariah)

Jakarta: PT Bank Syariah Mandiri atau Mandiri Syariah optimistis bisa melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada awal 2020. Sejauh ini, Mandiri Syariah terus memperbaiki kinerja dan menjaga konsistensi sejumlah pencapaian guna mendukung kesuksesan aksi korporasi tersebut.

Direktur Finance and Strategy Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho menilai aksi pelepasan saham di pasar modal di 2020 mampu memperkuat struktur permodalan yang nantinya bisa dipergunakan untuk berekspansi. Namun, dirinya enggan merinci lebih lanjut seberapa besar peningkatan struktur permodalan usai melakukan aksi tersebut.

Sedangkan sampai dengan September 2018, Mandiri Syariah mencatat struktur permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di posisi 16,46 persen atau naik dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang berada di posisi 14,92 persen.

"CAR tetap tumbuh sampai Oktober. Yakin tahun depan tidak ada tambahan pendanaan. Palingan (tambahan pendanaan) dari IPO, awal 2020. Proses berjalannya IPO mulai dari 2019. Kita sudah mulai roadshow. Kita inginkan kinerja sudah baik dulu dan menunggu stabilitas usai pemilu," kata Ade, di Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

Guna kesuksesan aksi korporasi tersebut, Ade menegaskan, Mandiri Syariah juga terus menjaga profitabilitas tetap tumbuh dengan baik. Mandiri Syariah berupaya menjaga agar dua periode yakni tahun ini dan tahun depan tetap mampu mencetak profit, meski di 2016 dan 2017 pertumbuhannya tidak setinggi tahun ini.

"Kalau untuk izin regulator belum. Yang pasti kita mengikuti pemegang saham kita. Sedangkan untuk Non Performing Finance (NPF) kita menjaga di bawah tiga persen. NPF ini yang juga menjadi salah satu fokus kita untuk kita jaga (agar bisa mendukung kesuksesan IPO)," tuturnya.

Adapun Mandiri Syariah mampu menjaga kualitas penyaluran pembiayaan yang tercermin dari penurunan NPF Nett yang semula 3,12 persen menjadi 2,51 persen. Sementara NPF Gross turun dari 4,69 persen menjadi 3,65 persen. "Kami bersyukur pertumbuhan pembiayaan tersebut tetap diiringi dengan kualitas yang baik," kata Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari.

Lebih lanjut, Mandiri Syariah mampu mencatat laba bersih sebesar Rp435 miliar di kuartal III-2018. Adapun angka tersebut meningkat sebanyak 67 persen secara tahun ke tahun (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp261 Miliar.

Pertumbuhan laba didorong oleh penumbuhan bisnis yakni pembiayaan dan pendanaan, Fee Based Income (FBI), perbaikan kualitas pembiayaan, dan efisiensi biaya. Untuk pembiayaan Mandiri Syariah per kuartal III-2018 tercatat sebesar Rp65,24 triliun atau tumbuh 11,11 persen (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya Rp58,72 triliun.


(ABD)


Merpati dalam Cangkang

Merpati dalam Cangkang

21 hours Ago

NASIB maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (persero) bak burung dalam sangkar.

BERITA LAINNYA