Menperin: TEI Buka Peluang Pasar Ekspor Produk IKM

Husen Miftahudin    •    Kamis, 13 Oct 2016 10:17 WIB
trade expo indonesia
Menperin: TEI Buka Peluang Pasar Ekspor Produk IKM
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (paling kiri). (FOTO: Dokumentasi Kemenperin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) aktif mendukung berbagai kegiatan promosi khususnya yang bertujuan untuk memperluas pasar produk-produk unggulan industri dalam negeri. Melalui penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2016, diharapkan dapat membuka peluang pasar ekspor khususnya bagi industri kecil dan menengah (IKM).

"Peluang itu terbuka dari para buyer, terutama yang berasal dari luar negeri. Ajang ini juga sekaligus menjaring investor asing untuk berinvestasi di Indonesia," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Airlangga menilai TEI mampu menjadi wahana untuk memperkenalkan potensi dan kemampuan industri dalam negeri yang memiliki daya saing tinggi baik di pasar domestik maupun global. "Dari kegiatan pameran ini juga diharapkan dapat mendorong percepatan industrialisasi untuk menciptakan nilai tambah produk industri sehingga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ekspor dan penyerapan tenaga kerja," tuturnya.

Mengenai aspek perdagangan internasional, nilai ekspor industri pengolahan dalam negeri pada Agustus 2016 mencapai USD9,46 miliar atau tumbuh 33,28 persen dibandingkan Juli 2016. "Industri yang mencatat surplus terbesar pada bulan Agustus 2016 adalah sektor makanan sebesar USD1,24 miliar dan diikuti sektor pakaian jadi sebesar USD610 juta," ungkap Airlangga.

Apabila dilihat dari negara tujuan ekspor yang terbesar untuk industri pengolahan dalam negeri, yaitu Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar USD1,32 miliar, Jepang USD853 juta, dan Tiongkok USD887 juta pada Agustus 2016.

Airlangga juga mengatakan, pihaknya tengah mendorong IKM nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi sambil mencari pasar ekspor baru yang potensial seperti Afrika dan Amerika Latin. "Kami akan mendorong IKM untuk peningkatan kapasitas, memfasilitasi akses pembiayaan, peralatan, teknologi, dan standarisasi," sebutnya.

Menurut Airlangga, kedua negara tersebut saat ini membutuhkan beberapa produk unggulan industri nasional seperti produk garmen, mebel, serta kertas. Beberapa produk IKM yang menjadi andalan untuk diperluas pasar ekspornya, antara lain fashion, mebel, makanan dan minuman, perhiasan dan minyak atsiri.

"Untuk itu, kami meminta kepada pelaku IKM nasional untuk terus berinovasi dan berpromosi agar produknya diminati dan dikenal luas di pasar internasional. Dan, yang terpenting lagi adalah penguatan branding," tegasnya.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan bahwa pihaknya juga berupaya membawa produk-produk dalam negeri untuk bisa menembus pasar non-tradisional karena memiliki potensi yang cukup besar.

"Pasar tujuan ekspor baru memang dari segi nilai masih rendah, namun akan kami gali karena banyak produk kita yang sangat potensial dan menarik bagi mereka," tegasnya.


(AHL)