Meski Dilanda Banjir, Stok Beras Surplus 400 Ribu Ton

Gervin Nathaniel Purba    •    Senin, 04 Dec 2017 16:54 WIB
berita kementan
Meski Dilanda Banjir, Stok Beras Surplus 400 Ribu Ton
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Senin, 4 Desember 2017 (Foto:Gervin Nathaniel Purba)

Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat 40 ribu hektare (ha) lahan sawah terkena dampak banjir, yakni di Jawa Barat, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Tengah.

"Sebanyak 40 ribu ha yang terkena dampak," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, usai melakukan inspeksi mendadak di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Senin, 4 Desember 2017.

Kementan telah mengantisipasi hal ini dengan menyiapkan asuransi pertanian untuk mengganti lahan sawah petani yang terendam banjir sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo. Kesejahteraan petani menjadi prioritas pemerintah.

"Kami siapkan asuransi satu juta ha, yang terdaftar sampai hari ini (lahan sawah yang terkena dampak banjir) 647 ribu ha. Banjir besar yang biasanya terjadi 100 ribu sampai 150 ribu ha. Tapi kami siapkan satu juta ha agar tidak ada petani rugi. Calon pertanian calon lokasi (CPCL) diberikan benih dan pupuk gratis," kata dia.

Selain itu, Kementan telah mengantisipasi banjir sejak tiga bulan lalu dengan menyelesaikan pembangunan irigasi tersier tiga juta ha. Pembangunan tersebut diselesaikan dalam waktu setahun dua bulan dari target tiga tahun.

Antisipasi selanjutnya, Kementan bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi telah membangun embung sebanyak 30 ribu unit. Juga membangun sumur dangkal dan sumur dalam seperti yang dilakukan di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

"Kemudian bangun long storage. Bagi pompa 40 ribu unit per tahun. Kalau kelebihan air akan dipompa keluar seperti di Palembang," katanya.

Antisipasi tersebut kini membuahkan hasil. Harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang  terpantau stabil, tidak melebih harga eceran tertinggi (HET) dan pasokan tidak terganggu. "Produksi aman dan panen aman," ucap Amran.

Bahkan, menurut perhitungan Amran, kondisi beras saat ini surplus 400 ribu ton. Hal ini menunjukkan produksi beras saat ini dapat memenuhi kebutuhan beras sebesar 2,6 juta ton per bulan.

"Kondisi di lapangan 1,1 juta ha. Terkena dampak banjir 40 ribu ha. Tersisa Rp1.060.000 ha. Katakan 1 juta, kita tidak ingin 60 ribu ha diambil banjir. Tapi katakan sisa 1 juta (untuk Desember 2017) 1 juta dikalikan 6 ton, itu 6 juta ton. Kemudian dibagi dua, seharusnya di atas 0,58 tapi bagi dua saja biar aman perkaliannya, berarti 3 juta ton. Kebutuhan makan 2,6 juta ton per bulan, surplus 400 ribu ton. Itulah kondisi kita," kata Amran.


(ROS)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA