Menaker Dukung Menperin Soal Investasi Pendidikan Vokasi

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 30 Jan 2018 18:56 WIB
berita kemenaker
Menaker Dukung Menperin Soal Investasi Pendidikan Vokasi
Menaker Hanif Dhakiri (Foto:Dok.Kemenaker)

Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan skema pemberian insentif baru bagi industri nasional. Fasilitas berupa pengurangan pajak akan diberikan kepada industri yang berkomitmen melakukan pengembangan pendidikan vokasi dan inovasi, serta industri padat karya berorientasi ekspor.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menjelaskan insentif yang diajukan antara lain tax rebate atau tax deduction (pengurangan pajak) 200 persen untuk belanja yang terkait pelatihan dan pendidikan vokasi. Selain itu, ada juga fasilitas penurunan pajak senilai 300 persen untuk belanja yang terkait kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan perusahaan.

Usulan Menperin disambut baik oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri. Menurut dia, sudah seharusnya industri memimpin dalam investasi pelatihan kerja melalui vokasi.

“Kenapa saya bilang industri harus memimpin? Karena kalau kita lihat pengalaman di banyak negara seperti di Eropa dan Skandinavia, investasi SDM 70-an persen itu dari industri. Jadi, dari pemerintah ya sekitar 30-an persen,” ujar Hanif, ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, 30 Januari 2018.

Sedangkan di Indonesia masih membutuhkan proses untuk menerapkan sistem tersebut. Pemerintah perlu mendorong investasi, juga menggenjot industri agar lebih aktif dalam memberikan pelatihan kerja.

“Skema insentif, apa pun bentuknya itu sesuatu yang penting untuk mendorong industri lebih terlibat dalam investasi SDM,” kata Hanif.


(ROS)