80% Dana Haji Bisa Diinvestasikan untuk Jangka Panjang

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 10 Nov 2017 12:22 WIB
dana haji
80% Dana Haji Bisa Diinvestasikan untuk Jangka Panjang
Anggota Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu. (FOTO: ANTARA/Puspa Perwitasari)

Surabaya: Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyebut jika hanya 80 persen dana haji yang bisa diinvestasikan. Sementara sisanya, dana tersebut harus disiapkan oleh BPKH untuk keperluan penyelenggaraan ibadah haji selama dua musim.

"Kami juga harus menyediakan 20 persen untuk dua kali musim haji. Jadi tidak boleh uangnya yang 20 persen diinvestasikan dalam instrumen jangka panjang," kata Anggota Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu di Grand City Convention Center, Surabaya, Jumat 10 November 2017.

Dirinya menambahkan, baik dana yang diinvestasikan maupun dana yang disimpan harus memberikan nilai manfaat. Untuk itu, BPKH bersama Kementerian Agama (Kemenag) harus mengumpulkan target dana haji untuk berbagai kebutuhan tersebut.

"Tahun ini Kementerian Agama mengumpulkan Rp5 triliun, dan tahun depan harus mencapai Rp6,7 triliun. Dana tersebut tahun depan Rp1,6 triliun dipakai untuk virtual account dan Rp5,1 triliun untuk dana operasional haji," jelas dia.

Selain itu, saat ini BPKH memiliki dana sejumlah Rp3 triliun untuk dana kemaslahatan. Dana ini bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik yang memiliki tabungan haji maupun masyarakat yang membutuhkan.

"Bisa dimanfaatkan untuk dana kemaslahatan, seperti prasarana ibadah, pelayanan ibadah haji, pendidikan dan dakwah, kesehatan, dan ekonomi umat. Kalau dipakai 10 persen maka tiap tahun kami bisa memberdayakan umat hampir Rp100 miliar tiap tahun," pungkasnya.

Sampai dengan Juni 2017, jumlah dana haji baru mencapai Rp99,5 triliun. Jumlah tersebut berasal dari empat juta jemaah yang menyetorkan setoran awal haji sebesar Rp25 juta kepada bank penerima setoran dana haji.

 


(AHL)