Temuan Uang Palsu di Sulut Naik 98,62% di 2017

   •    Sabtu, 10 Mar 2018 21:06 WIB
uang palsu
Temuan Uang Palsu di Sulut Naik 98,62% di 2017
Logo Bank Indonesia di Komplek Kantor Bank Indonesia, Jakarta (MI/ROMMY PUJIANTO)

Manado: Bank Indonesia (BI) mencatat temuan uang palsu di Sulawesi Utara (Sulut) pada 2017 meningkat sebesar 98,62 persen jika dibandingkan dengan posisi yang sama di 2016. Adapun peningkatan yang cukup signifikan ini diperkirakan karena ada oknum yang tidak bertanggung jawab mencoba membuat uang emisi 2016.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulut Soekowardojo menjelaskan secara lembar uang palsu yang ditemukan tersebut, jika dibandingkan dengan jumlah uang rupiah asli yang diedarkan BI Sulut, masih sangat rendah walaupun ada peningkatan.

"Peningkatan temuan uang palsu kemungkinan merupakan upaya pemalsu memanfaatkan celah pengenalan Uang TE 2016 di masyarakat," tuturnya, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 10 Maret 2018.

Oleh karenanya, upaya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara intensif guna melengkapi kemampuan masyarakat dalam mengenali keaslian uang rupiah. Dari data per pecahan terlihat temuan uang palsu didominasi oleh pecahan 100 ribu TE 2016, sekitar 40 persen dari jumlah lembar yang dilaporkan.

Temuan uang palsu ini, katanya, banyak ditemukan oleh teller bank, toko, dan ada dari masyarakat umum. Jika ada masyarakat yang merasa curiga, lanjutnya, diminta segera melaporkan ke pihak yang berwajib dalam hal ini kepolisian.

"Masyarakat di Sulut harus lebih waspada. Jangan sampai tertipu dengan uang palsu yang telah diselipkan ke pecahan uang asli sebab uang palsu tidak akan ada penggantian baik dari pihak bank maupun pemerintah," pungkasnya.


(ABD)