Pembangunan Kereta Cepat Dimungkinkan hingga ke Yogyakarta

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 08 Feb 2018 16:10 WIB
kereta cepat
Pembangunan Kereta Cepat Dimungkinkan hingga ke Yogyakarta
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (Medcom Annisa Ayu Artanti).

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung bisa saja diperpanjang ke Yogyakarta maupun ke Solo. Jarak lahan pembangunan untuk saat ini sepanjang 142 kilometer (km).

"Kita baru bicara ini, opsi itu tidak kita tidak tutup kemungkinan mau ke Kertajati, ke Yogyakarta maupun ke Solo," ujar Luhut, ditemui di Gedung Kemenko Maritim, Jakarta, Kamis, 8 Februari 2018.

Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memiliki wacana memperpanjang jalur kereta cepat Jakarta-Bandung dapat terintegrasi dengan Bandara Kertajati. Walaupun demikian, rencana itu belum dibahas di tingkat pemerintah.


"Kami belum bahas tapi memang ada pemikiran untuk (bandara) Kertajati konsepnya, tapi belum dibahas," kata Budi Karta.

Pada saat ini, jalur kereta cepat yang sudah dibahas oleh pemerintah yakni rute Bandara Halim Perdanakusuma hingga Bandung. "Kami membahas baru yang intinya antara (bandara) Halim dan Bandung," terang dia.

Luhut juga mengatakan, proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung akan mundur dari target yang telah ditetapkan. Karena lambatnya penyelesaian pengadaan lahan, soal pendanaan, dan perizinan.

"Oh iya, kalau itu sudah hampir pasti. Mungkin akhir 2019 atau awal 2020 (proyek selesai). Tidak apa-apa yang penting jalan," ungkap Luhut.

Meski pengerjaannya lamban, Luhut tidak mempermasalahkan, asalkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tetap berjalan, seperti pengerjaan light rapid transit (LRT).

"Yang penting bagi kita seperti LRT kan. Jadi LRT itu kita tidak mau berhenti, jadi lebih bagus dari awal kita lihat dulu modelnya dengan bagus. Seperti LRT kan sekarang. Udah langkah tegap tidak ada masalah," jelas Luhut.



(SAW)