Menaker Minta Ada Serikat Pekerja di Semua Perusahaan

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 06 Feb 2018 15:32 WIB
berita kemenaker
Menaker Minta Ada Serikat Pekerja di Semua Perusahaan
Menaker Hanif Dhakiri (kedua dari kanan). Foto: dok Kemenaker

Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri ingin ada serikat pekerja atau serikat buruh di setiap perusahaan. Meski boleh lebih dari satu, namun Hanif menyarankan di setiap perusahaan hanya ada satu serikat pekerja atau serikat buruh.

"Pemerintah mendorong pendirian serikat pekerja atau serikat buruh di perusahaan. Yang penting kita memaksimalkan serikat pekerja atau serikat buruh sehingga bisa mengakomodasi kepentingan semua pekerja dan pengusaha," kata Hanif saat menghadiri acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Tahun 2018 antara PT Bank Negara Indonesia (BNI) dengan Serikat Pekerja PT BNI di Jakarta, Selasa, 6 Februari 2018.

Pada dasarnya membentuk serikat pekerja atau serikat buruh adalah hak pekerja. Namun, serikat pekerja atau serikat buruh lebih dari satu di sebuah perusahaan memungkinkan timbulnya konflik antar serikat pekerja atau serikat buruh.

"Jangan jadikan demokrasi sebagai alasan kegagalan. Misal, di perusahaan serikat pekerja atau serikat buruh ada empat, kita sudah mediasi semua serikat pekerja atau serikat buruh dan mayoritas sudah oke, namun ada satu yang tidak setuju, maka akan bermasalah," ujar Hanif.

Hanif juga menegaskan supaya setiap perusahaan membangun PKB yang disepakati pekerja dan pengusaha. "Saya ingin setiap perusahaan ada serikat pekerja dan membangun PKB. Penandatangan PKB merupakan momentum penting untuk membangun hubungan industrial yang kondusif," ucapnya.

Berdasarkan data Kemenaker pada 2015, perusahaan yang telah mendaftarkan PKB sebanyak 13.210 Setahun berikutnya, meningkat menjadi 13.371 perusahaan dan pada 2017 menjadi 13.624 perusahaan yang mendaftarkan PKB.

Menurut Hanif, waktu yang paling tepat untuk membangun serikat pekerja atau serikat buruh saat  tidak ada konflik. "Serikat pekerja atau serikat buruh yang muncul pada saat konflik itu tidak bagus. Saat perusahaan tidak ada masalah harus diinisiasi membentuk serikat pekerja atau serikat buruh untuk mengakomodasi kepentingan pekerja dan pengusaha," tegas Hanif.

Berdasar data World Bank pada 2016, lanjut Hanif,  dijelaskan bahwa tingkat kepuasan pekerja terhadap pekerjaannya di perusahaan yang memiliki PKB mencapai 96 persen. "Artinya PKB sangat baik bagi perusahaan dan pekerjanya. Harus ada pertemuan periodik antara pekerja dan manajemen untuk membangun hubungan baik," tuturnya.

Hanif juga mengimbau agar perusahaan menyiapkan skema transformasi untuk menghadapi perubahan industri. "Jika ada skema transformasi yang jelas, maka perusahaan sudah memiliki antisipasi, sehingga bisa memperlakukan pekerja sesuai perubahan teknologi," tegasnya.

Hanif juga mengajak serikat pekerja atau serikat buruh tidak khawatir dengan cepatnya perubahan teknologi. Komunikasi antara manajemen dengan serikat pekerja atau serikat buruh menjadi sangat penting untuk merespon perubahan tersebut dan mencari solusi bersama.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menjelaskan tuntutan persaingan semakin luas, tidak hanya datang dari industri perbankan saja, tapi juga dari luar. "BNI sudah melakukan transformasi digital banking. Yang paling penting adalah human capital transformation. Sehingga para pekerja akan siap menghadapi perubahan teknologi," tuturnya.

Oleh karena itu, tambah Baiquni, kesepakatan yang tertuang dalam PKB memiliki arti penting karena akan mensukseskan apa yang akan dihadapi BNI ke depan.

"Antara unsur pimpinan dan pekerja bisa bersama- sama meningkatkan produktivitas dengan cara memaksimalkan keselarasan antara pekerja dengan strategi perusahaan. Salah satu caranya adalah dialog antara manajemen dengan pekerja secara periodik," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Serikat Pekerja BNI Irfan Verdiansyah menjelaskan Serikat Pekerja BNI sudah membentuk tim pemantau PKB yang mewakili representasi dari wilayah Timur, Tengah, dan Barat sehingga semua aspirasi pekerja terakomodasi.

"Dengan perwakilan dari setiap wilayah saya harapkan semua aspirasi pekerja bisa diakomodasi. Sehingga informasi bisa sampai ke semua pihak terkait, baik manajemen maupun pekerja," pungkas Irfan.


(TRK)