BSM Disetujui Disuntik Modal Rp500 Miliar dari Induk Usaha

Angga Bratadharma    •    Jumat, 08 Dec 2017 10:26 WIB
bsm
BSM Disetujui Disuntik Modal Rp500 Miliar dari Induk Usaha
Komisaris Utama BSM Mulya E Siregar (Foto: MTVN/Angga Bratadharma)

Garut: PT Bank Syariah Mandiri (BSM) mendapat persetujuan dari induk usaha dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait penyuntikan modal di penghujung 2017 ini. Adapun aksi korporasi itu membuat struktur permodalan Mandiri Syariah akan meningkat yang nantinya bisa dipergunakan guna memacu laju bisnis di masa-masa mendatang.

Komisaris Utama Mandiri Syariah Mulya E Siregar menyambut baik persetujuan dari OJK dan induk usaha yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri mengenai suntikan modal ke Mandiri Syariah. Adapun dengan penambahan tersebut membuat struktur permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) menjadi Rp7 triliun.

"Kita akan ditambah Rp500 miliar lagi di akhir tahun. Nanti menjadi Rp7 triliun. CAR kami setelah disuntik oleh induk nantinya akan menjadi 16,50 persen," kata Mulya, dalam Media Training Perbankan Syariah 2017, di Garut, Jawa Barat, Jumat, 8 Desember 2017.

Sebelumnya, Mandiri Syariah mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai sebesar Rp74,75 triliun sampai dengan kurtal III-2017. Adapun perolehan tersebut mengalami pertumbuhan sebanyak 13,30 persen (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp65,98 triliun.

"Kami bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada Mandiri Syariah," kata Direktur Financing Risk and Recovery Mandiri Syariah Choirul Anwar.

Komposisi DPK mayoritas atau mencapai 50,75 persen merupakan dana murah (low cost fund). Total dana murah pada September 2017 mencapai sebesar Rp37,94 triliun. Pada tahun lalu di periode yang sama komposisi dana murah Mandiri Syariah sebesar 49,15 persen atau Rp32,43 triliun.

Pertumbuhan dana per masing-masing produk yakni tabungan tumbuh 11,84 persen (yoy) atau meningkat Rp3,07 triliun menjadi Rp28,99 triliun. Sedangkan giro tumbuh sebesar 37,47 persen (yoy) atau meningkat Rp2,44 triliun sehingga menjadi Rp8,94 triliun.

"Deposito secara tahunan tumbuh 9,74 persen atau tumbuh Rp3,27 triliun menjadi Rp36,81 triliun," pungkas Choirul.

 


(ABD)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA