Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia jadi Ajang Promosi Investasi di Indonesia

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 13 Mar 2018 20:12 WIB
imf
Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia jadi Ajang Promosi Investasi di Indonesia
Ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 Luhut Binsar Pandjaitan. Medcom/Eko N.

Jakarta: Pemerintah akan menawarkan sejumlah proyek kepada para investor dalam Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia 2018 di Bali. Pasalnya kedatangan sejumlah lembaga keuangan internasional jadi ajang yang bagus untuk mempromosikan investasi di Indonesia.

Ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, beberapa proyek yang ditawarkan bahkan sudah diminati oleh lembaga internasional. Dirinya berharap agenda pertemuan internasional ini memberi banyak manfaat bagi Indonesia.

"Misalnya geotermal, sudah bicara spesifik misalnya proyek A, berapa return-nya, berapa bunganya. Termasuk proyek yang sudah bisa beri financing. Kita betul-betul memanfaatkan (pertemuan tahunan) ini," kata Luhut di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Dr Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Maret 2018.

Dirinya menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dalam kondisi baik sudah tidak perlu dibicarakan lagi dalam event sebesar IMF-Bank Dunia. Untuk itu sejumlah proyek akan coba ditawarkan pemerintah dalam kesempatan tersebut, bahkan pemerintah sudah menyiapkan detail investasi yang potensial.

"Ini ada proyek mau masuk enggak nih proyek LRT, jadi seperti itu. Misalnya lagi waste to energy, sampah. Jadi banyak sekali yang kita lakukan sekarang, inovasi keuangan juga luar biasa banyak. Kita juga sudah bicara detail," jelas dia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan pertemuan internasional ini tentunya tidak hanya akan dimanfaatkan Indonesia tetapi negara di kawasan ASEAN. Namun demikian, Indonesia tetap akan berusaha menarik minat investor, terlebih dengan kondisi Indonesia yang dinilai dalam kondisi baik.

"Jadi tidak semua di Annual Meeting-nya. Mereka sebagian tertarik ke sekuritisasi dan pembiayaan ekuitas. Apalagi Indonesia sudah masuk investment grade. Ini akan menimbulkan confident terhadap keinginan mereka untuk menanamkan, baik melalui proyek atau surat berharga," pungkasnya.

 


(SAW)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

1 day Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA