Perguruan Tinggi Diminta Mengantisipasi Revolusi Industri 4.0

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 09 Feb 2018 17:57 WIB
berita kemenaker
Perguruan Tinggi Diminta Mengantisipasi Revolusi Industri 4.0
Menaker Hanif Dhakiri.

Palembang: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri meminta perguruan tinggi di Indonesia mengantisipasi perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0.

Kurikulum dan metode pendidikan harus menyesuaikan dengan iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif dan mengikuti perkembangan teknologi dan informasi.

Hanif mengatakan perubahan yang terjadi di era revolusi industri juga berpengaruh pada karakter pekerjaan sehingga keterampilan yang diperlukan juga berubah.

"Tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana menyiapkan dan memetakan angkatan kerja dari lulusan pendidikan dalam menghadapi revolusi industri 4.0," kata Hanif saat menjadi pembicara utama di seminar nasional dan Rakernas Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat, 9 Februari 2018.

Dunia kerja di era revolusi industri 4.0 merupakan integrasi pemanfaatan internet dengan lini produksi di dunia industri yang memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi.

Karakteristik revolusi industri 4.0 ini meliputi digitalisasi, optimalisasi dan kustomisasi produksi, otomasi dan adapsi, human machine interaction, value added services and businesses, automatic data exchange and communication, dan penggunaan teknologi internet.

"Pola industri baru ini membawa dampak terciptanya jabatan dan keterampilan kerja baru dan hilangnya beberapa jabatan," paparnya.

Tantangan tersebut, kata Hanif, harus dapat diantisipasi melalui transformasi pasar kerja Indonesia dengan mempertimbangkan perubahan iklim bisnis dan industri, perubahan jabatan dan kebutuhan keterampilan.

"Salah satu faktor penting adalah keterampilan dan kompetensi yang harus tetap secara konsisten perlu ditingkatkan sesuai kebutuhan pasar kerja yang semakin berkembang pesat," ucap Hanif.

Hanif ingin dunia pendidikan dan dunia industri mengembangkan industrial transformation strategy dengan mempertimbangkan perkembangan sektor ketenagakerjaan, karena transformasi industri akan berhasil dengan tenaga kerja kompeten.


(TRK)