Presiden Pastikan Bandara Kertajati Beroperasi Pertengahan 2018

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 28 Dec 2017 15:21 WIB
jokowibandara
Presiden Pastikan Bandara Kertajati Beroperasi Pertengahan 2018
Pekerja menyelesaikan pembangunan terminal Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Bandung: Presiden Joko Widodo memastikan Bandar Udara Internasional Kertajati di Kertajati, Majalengka, sudah bisa beroperasi pada pertengahan 2018. Ia meyakini bandara ini akan berdampak positif bagi masyarakat dan negara.

"Ini adalah airport yang sangat besar, sangat bermanfaat untuk mendorong mobilitas barang (dan) orang terutama di Jawa Barat. Dan kita harapkan betul-betul bisa menggerakkan ekonomi kita," kata Jokowi saat memberikan sambutan pada Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun Angkatan Muda Siliwangi (AMS) ke-51 di Gedung Merdeka Kota Bandung, Kamis, 28 Desember 2017.

Bandara Kertajati ini rencananya untuk sementara akan melayani 14 rute penerbangan. 10 rute untuk penerbangan domestik dan empat rute penerbangan internasional. 

Singapura, Kuala Lumpur, Malaysia dan Bangkok, serta Thailand adalah rute penerbangan internasional yang akan dilayani di Bandara Kertajati. Bandara ini juga akan melayani penerbangan ke Arab Saudi untuk umrah dan haji.

Selain Bandara Kertajati, Presiden berharap pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sudah selesai pada pertengahan 2019. Dengan begitu, waktu tempuh jarak Jakarta-Sukabumi dapat dipersingkat dengan hanya 60 kilometer.  "Saya pernah mengalami sendiri enam jam," ujar Presiden. 

Baca: Landas Pacu Bandara Kertajati Terpanjang Kedua di Indonesia

Presiden mengatakan pemerintah juga telah memulai pembangunan jalur ganda rel kereta Bogor-Sukabumi pada dua minggu lalu. "Kita harap Bogor Sukabumi Cianjur, semaunya tersambung double track," lanjut dia.

Bekas Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pembangunan bandara udara di Sukabumi juga akan dimulai pada 2018. Presiden mengaku tidak akan membocorkan lokasi pembangunan tersebut karena khawatir harga tanah yang melonjak. 

"Tapi di sebelah mana, Bapak/Ibu jangan tanya ke saya karena begitu tahu tanahnya akan melonjak, enggak jadi bangun airport, tahu-tahu groundbreaking, nanti baru diputuskan setelah urusan tanah selesai," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengaku telah mendapatkan informasi Sungai Citarum menjadi sangat kotor. Polusi dari limbah telah mencemari sungai yang berada di Jawa Barat itu.

"Polusi dari pabrik masuk semua ke sana dan saya juga mendapat informasi beberapa bakteri sudah muncul di sana," ujar dia.

Menurut dia, hal ini bukan berita baik baik untuk pertanian di hulu dan hilir. Tak hanya itu, tercemarnya Sungai Citarum ini juga menjadi kabar buruk bagi masyarakat, khususnya di DKI Jakarta. "Karena (penduduk) mengambil airnya hampir seluruhnya dari Sungai Citarum," ujar dia.

Ia pun memastikan pembenahan total Sungai Citarum ini akan dimulai pada pertengahan Januari 2018, baik berupa rehabilitasi lahan yang berada di hulu maupun hal-hal yang berkaitan dengan anak sungai.

"Juga air yang berasal dari pabrik-pabrik semuanya akan kita lihat menyeluruh karena kita ingin sungai ini betul-betul bermanfaat bagi pertanian di Jawa Barat dan air baku di Jawa Barat sehingga Citarum bisa kembali ke sungai jaman dulu kala yang bersih yang bisa dipakai untuk kehidupan sehari-hari warga di Jawa Barat," ucap Presiden.





(AZF)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

13 hours Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA