Menteri Bambang: IDF Menentukan Arah RPJMD

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 10 Jul 2018 13:22 WIB
kesenjangan sosialbappenas
Menteri Bambang: IDF Menentukan Arah RPJMD
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro ingin Indonesia Development Forum (IDF) 2018 bisa menjadi referensi pemerintah daerah (Pemda) yang baru terpilih dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dengan begitu, rencana yang dirancang bisa memberikan dampak yang positif bagi daerah mereka ke depannya.

"Pilkada serentak 2018 telah selesai.‎ Pemenang pilkada telah ada Gubernur, Bupati, dan Wali Kota terpilih. Mereka yang baru terpilih itu seharusnya sudah menyiapkan rencana pembangunan jangka menengah untuk daerah mereka masing-masing. Tentunya yang dibuat harus bagus," kata Bambang, ditemui ‎dalam acara IDF 20‎18 di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.

Dengan membuat RPJMD yang terbaik, dia mengaku masing-masing Pemda mempunyai referensi yang utama dalam mengatasi setiap ketimpangan di daerah, khususnya di timur Indonesia.

"Selain RPJMN di tingkat nasional, tentu Pemda dapat melihat contoh sukses dari daerah lain. Itu kenapa IDF jadi penting bagi Pemda dalam menyusun RPJMD mereka masing-masing. Karena, kita harapkan ada ide yang bagus," jelas Bambang.

IDF, menurut dia, merupakan wadah diskusi yang bertaraf internasional untuk mendiskusikan isu dan agenda prioritas pembangunan Indonesia, khususnya solusi yang baik dalam membangun infrastruktur di Indonesia.

Pemerintah Indonesia, sambungnya, sangat peka ada kesenjangan pertumbuhan yang selama ini terjadi, seperti pertumbuhan yang terjadi di wilayah Barat dan Timur Indonesia. Selain antarwilayah, ketimpangan terjadi di perkotaan maupun pedesaan.

"Padahal keduanya‎ perkotaan maupun pedesaan punya kualitas pelayanan dasar yang tidak sama. Makanya ini sangat krusial bagi produktivitas ekonomi dan kesejahteraan sosial penduduk yang ada di negeri ini. Apalagi, ada paradoks yang memprediksi kesenjangan akan makin melebar di masa mendatang, sehingga menyebabkan ketimpangan wilayah yang sangat besar," tukas Bambang.

 


(AHL)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

1 hour Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA