Menteri Rini Ajak Pekerja Migran Berani Berwirausaha

Annisa ayu artanti    •    Senin, 14 May 2018 10:08 WIB
wirausaha
Menteri Rini Ajak Pekerja Migran Berani Berwirausaha
Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua dari kanan). (FOTO: dokumentasi Kementerian BUMN)

Hong Kong: Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus memberikan dukungan bagi perbaikan ekonomi dan kesejahteraan para pekerja migran yang bekerja di luar negeri.

Salah satunya adalah pemberian dukungan langsung bagi pekerja migran di Hong Kong sebagai bagian dari penutupan program acara 'Mandiri Sahabatku' yang digagas oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan program 'Mandiri Sahabatku' merupakan salah satu program positif yang harus selalu digiatkan sebagai wujud dari peran BUMN dalam membantu pekerja migran Indonesia untuk memiliki usaha sendiri saat kembali ke Tanah Air.

"Dengan memiliki usaha, kesejahteraan  pekerja migran akan meningkat sehingga bisa ikut mendukung perekonomian Indonesia. Pemerintah terus mendorong agar kesejahteraan para pekerja migran Indonesia dapat terus ditingkatkan karena pekerja migran juga merupakan tulang punggung perekonomian bangsa," kata Rini dalam keterangan tertulisnya, Senin, 14 Mei 2018.

Baca: 11 Ribu Pekerja Migran Indonesia Ikuti Program Mandiri Sahabatku

Melalui program 'Mandiri Sahabatku', Bank Mandiri memberikan bekal keterampilan kepada pekerja migran Indonesia untuk dapat membuka usaha saat kembali ke Tanah Air. Peserta tidak dipungut biaya saat mengikuti program ini.

"Pada program yang berlangsung saat ini, sebanyak 1.000 pekerja migran Indonesia di Hong Kong ikut menjadi peserta," kata Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wiroatmodjo.

Kartika menjelaskan, program pelatihan kewirausahaan 'Mandiri Sahabatku' ini merupakan program yang berkesinambungan mulai dari sebelum penempatan, masa penempatan, dan pasca penempatan.

"Untuk melengkapi program, terdapat juga pelatihan bertajuk coding mum yang bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan program magang Bapak-Ibu asuh dari kalangan pengusaha sukses, termasuk alumni Wirausaha Muda Mandiri," jelas Kartika.

Jumlah pekerja migran Indonesia diperkirakan mencapai sembilan juta jiwa yang sebagian besar berada di Malaysia, Timur Tengah, Taiwan, dan Hong Kong. Khusus di Hong kong tercatat ada 180 ribu pekerja migran. Selain di Hong Kong program ini juga dilakukan di Malaysia dan Korea Selatan.


(AHL)