Faktor yang Menghidupkan Kembali Bisnis Properti

M Studio    •    Jumat, 22 Sep 2017 07:41 WIB
properti
Faktor yang Menghidupkan Kembali Bisnis Properti
Proses topping off tower 5 Apartemen Green Pramuka City, Jakarta, Selasa (23/6/2015). Antara Foto/Puspa Perwitasari/Asf/pd/15.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pasar properti sempat sepi pada rentang 2014 dan 2015. Setahun kemudian, pasar properti kembali menggeliat. Ada banyak faktor yang mempengaruhi hidup dan mati bisnis properti. Kebijakan pemerintah seperti amnesti pajak dan penurunan suku bunga, serta stabilitas politik, termasuk mempengaruhi jual beli properti.

Komisaris PT Duta Paramindo Sejahtera Eddy Hartono menilai, sejauh ini, stabilitas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla cukup mampu mengerek daya beli properti. Ada banyak pemangkasan izin maupun birokrasi. Pemerintah juga konsisten membangun infrastruktur yang mengintegrasikan kawasan hunian dan bisnis.

“Meskipun harus diwaspadai musim Pemilu 2019 sudah ada di depan mata,” kata Eddy.

Dia mengatakan, Bank Indonesia memberikan penurunan rate suku bunga maupun pembayaran uang muka. Ini menjadi angin segar bagi konsumen, khususnya bagi yang hendak memiliki rumah pertama yang dekat dengan pusat kota.

Dukungan nyata pemerintah agar masyarakat berpenghasilan terbatas memiliki hunian pertama, menjadikan Indonesia menjadi pasar properti yang menjanjikan. Bahkan menjadi terbaik di antara negara-negara ASEAN.
Menurut Eddy, kebijakan yang konsisten memudahkan pengembang properti membuat proyeksi bisnis jangka panjang.

“Ketika pemerintah stabil, dunia bisnis juga menjadi diuntungkan karena proyeksi bisnis dapat lebih stabil. Biaya proyek lebih terukur, lapangan kerja lebih banyak. Pencari kerja lebih banyak terserap.”

Sampai saat ini, PT Duta Paramindo Sejahtera terus konsentrasi menyelesaikan seluruh tower Apartemen Green Pramuka pada lahan seluas 12,9 hektare. Di kawasan ini akan dibangun 17 tower dengan total unit sekitar 17 ribu.

Melihat kondisi pemerintahan saat ini, Green Pramuka City berencana meluncurkan tower berikutnya pada 2018. Konsep dan desain akan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dan mengikuti tren properti. Hal ini tentu saja selaras dengan semangat untuk segera menyelesaikan pembangunan Kawasan Green Pramuka City secepatnya.


(TRK)