Pahami Biaya PBB saat Membeli Apartemen

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 27 Sep 2017 12:53 WIB
properti
Pahami  Biaya PBB saat Membeli Apartemen
Bangunan apartemen di Jakarta (Foto:Antara/Rivan Awal Lingga)

Metrotvnews.com, Jakarta: Para pemilik unit apartemen maupun rumah susun sering kali belum sepenuhnya paham dengan nominal biaya pajak bumi dan bangunan (PBB). Pemilik unit apartemen jarang yang memberi perhatian khusus mengenai hal ini ketika membeli sebuah apartemen.

Sementara, pengembang tidak secara gamblang menjelaskan kepada para pemilik apartemen tersebut. Maka tak jarang, terjadi konflik antara pemilik unit apartemen dengan para pengembang. Hal ini dapat dihindari apabila ada pemahaman dari pemilik mengenai PBB yang berlaku di Indonesia, dan Jakarta khususnya.

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi DKI Jakarta Edi Sumantri memberikan penjelasan mengenai besaran biaya hitungan PBB apartemen. Ia mengatakan, besaran jumlah PBB bergantung dari sejumlah komponen, seperti luas bumi bersama, luas bangunan bersama, nilai benda bersama, berapa luas unit yang dihuni, dan harga jual apartemen.

"Semakin mahal harga jual apartemen, tentu nilai PBB-nya juga akan semakin tinggi," ucap Edi, di Jakarta.

Sementara, untuk rumah susun atau hunian vertikal, biaya PBB akan ditagihkan atas nama pengembang oleh Ditjen Pajak ketika seluruh kawasan tersebut belum terbangun. Ketika seluruh kawasan telah terbangun, biaya PBB akan ditagihkan kepada pemilik dengan besaran hitungan yang sama dengan yang dibayarkan oleh pengembang, sesuai peraturan Badan Pajak dan Retribusi Daerah.

"Jika sertifikat sudah diserahterimakan kepada pemilik unit, maka akan dilakukan pemecahan dan nama pemilik akan tercantum dalam SPPT PBB," kata Edi.


(ROS)