Generasi Milenial Indonesia Masih Takut Berinvestasi

Desi Angriani    •    Kamis, 15 Jun 2017 16:49 WIB
investasi
Generasi Milenial Indonesia Masih Takut Berinvestasi
Generasi millenial. (Thinkstock).

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama Phillip Sekuritas Indonesia Daniel Tedja menungkapkan, investasi dalam bentuk produk reksa dana di kalangan milenial Indonesia masih terbilang rendah. Mayoritas anak muda cenderung memilih menabung secara konvensional daripada memiliki produk investasi.

"Konservatif yang banyak diambil anak muda," katanya dalam peluncuran microsite "10 Golden Rules" berinvestasi aman dalam diskusi di Menara Dea Tower II, Jakarta, Kamis 15 Juni 2017.

Namun demikian, Daniel melihat tren pertumbuhan kesadaran berinvestasi mulai meningkat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jumlah investor modal muda untuk reksa dana meningkat hingga 400-500 ribu orang tahun ini.

Berdasarkan data pengguna aktif pelanggan yang mengambil produk reksa dana di Philip's Online Electronic Mart System (POEMS). Pelanggan dengan rentang usia 16-23 tahun mencapai 21,68 persen, sedangkan usia 24-30 tahun mencapai 17,30 persen.

"Di Phillip Sekuritas Indonesia kami semakin gencar melakukan penetrasi di kalangan milenial. Secara segmentasi, pasar ini sangat potensial untuk dikembangkan," tuturnya.

Presiden Direktur PT Aberdeen Asset Management Sigit P. Wiryadi menambahkan, generasi milenial biasanya menggunakan bonus Tunjangan Hari Raya (THR) untuk kegiatan konsumtif. Padahal jika diinvestasikan, bonus ini bisa jadi modal perencanaan keuangan masa depan.

"Pasti kalian anak muda kalau dapat THR langsung beli baju Lebaran, kenapa tidak coba untuk investasikan saja uangnya di reksa dana," kata Sigit.

Menurutnya, anak muda masih mempersepsikan produk investasi itu mahal dan memiliki risiko tinggi. Padahal investasi lewat reksa dana, bukan sesuatu yang rumit atau menakutkan jika dipahami dengan baik dan benar.

"Ini yang menjadi alasan kami meluncurkan kampanye edukasi lewat microsite 10 Golden Rules ini agar mereka bisa dengan mudah memahami manfaat dari berinvestasi," pungkas dia.


(SAW)