Core: 4 Tantangan Pengembangan Industri Halal

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 13 Jun 2017 20:22 WIB
produk halal
Core: 4 Tantangan Pengembangan Industri Halal
Ekonom Core Indonesia Akhmad Akbar Susamto? (kiri). MTVN/Dian IS.

Metrotvnews.com, Jakarta: Core Indonesia memandang ada empat tantangan yang dihadapi dalam pengembangan industri halal. Tantangan ini yang harus dihadapi demi majunya produk halal di Indonesia.

Pertama, peluang bisnis industri halal belum didasari banyak pihak baik regulator. Hal ini terlihat dari masih minimnya upaya pemerintah untuk mendorong pengembangan industri halal secara menyeluruh.

"Pemerintah hingga saat ini masih berkutat sebatas pada pengembangan keuangan syariah, dan belum memiliki roadmap pengembangan industri yang jelas dan komprehensif. UU JPH yang telah disahkan di 2014 belum kunjung dibuat peraturan pelaksanananya hingga tenggat waktu 2016, dan BPJPH belum terbentuk," kata Ekonom Core Indonesia Akhmad Akbar Susamto‎, ditemui di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa 13 Juni 2017.

Kedua, pengembangan industri halal masih terkendali oleh terbatasnya supply bahan baku yang memenuhi kriteria halal. Pasokan bahan baku halal masih sekitar 37 persen dari total kebutuhan yang mencapai USD100 miliar‎. Sementara untuk produk komestik dan personal care, jumlahnya jauh lebih kecil, yakni sebesar 18 persen dari kebutuhan yang mencapai USD56 miliar.

Adapun yang ketiga, pemahaman yang masih terbatas pada sejumlah produsen serta infrastruktur yang belum mendukung. Hal itu mempersulit jaminan bahwa seluruh mata rantai produksi barang telah benar-benar halal.

"Bukan hanya dari sisi bahan baku input, tapi juga pada proses Logistik, produksi, harga penjualan. Persoalan Logistik sendiri tidak hanya sebatas proses pengirimann tapi juga mencakup pengaturan pengadaan, pergerakan, penyimpanan, penanganan bahan baku atau produk yang sesuai dengan prinsip syariah," terang Akhmad.

Tantangan keempat, dia menyebutkan, perbedaan standarisasi dan sertifikasi produk halal. Pada saat ini ada lebih 400 lembaga sertifikasi halal yang tersebar di berbagai negara, dan di beberapa negara terdapat lebih dari satu lembaga sertifikasi. Masalahnya, sebagian dari lembaga terse‎but memiliki kriteria yang berbeda-beda dalam menetapkan kehalalan suatu produk.

"Keragaman tersebut menyebabkan sebagian produsen termasuk yang melakukan ekspor ke berbagai negara, menghadapi persoalan dalam menetapkan standar yang paling tepat untuk mereka ikuti. Oleh sebab itu, upaya harmonisasi dan kerja sama antar lembaga memang perlu dilakukan, sehingga masalah dapat dipecahkan," tutup Akhmad.


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

3 days Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA