Pedagang tak Memenuhi Ketentuan HET Pemerintah

   •    Minggu, 14 May 2017 14:41 WIB
gula
Pedagang tak Memenuhi Ketentuan HET Pemerintah
Illustrasi. ANTARA/Siswowidodo.

Metrotvnews.com, Kupang: Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) gula sebesar Rp12.500 per kilogram (kg), namun aturan itu belum diikuti pedagang di daerah.

Di Pasar Kasih, Kelurahan Naikoten 1 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) harga gula yang sebelumnya berkisar antara Rp14.000 per kg hingga Rp15.000 per kg, kini naik menjadi Rp16.000 per kg. Bahkan pedagang di pasar setempat tidak tahu ada penetapan HET gula dari pemerintah.

"Harga gula naik karena terjadi peningkatan permintaan dan biasanya jelang hari raya seperti sekarang, harga kebutuhan pokok seperti gula pasti naik," kata Lina, pedagang sembako di pasar setempat, Minggu 14 Mei 2017.

Dia mengatakan penaikan harga gula sudah berlangsung satu pekan terakhir. Saat pemantuan harga bahan kebutuhan pokok dari Kementerian Perdagangan pekan lalu juga menemukan harga gula lebih tinggi dari HET yang ditetapkan pemerintah.

Kepala Gudang Sembako milik Gloria Swalayan Kupang, Yos da Costa mengatakan harga gula terendah sebesar Rp14.000 per kg. Harga sebesar itu berlaku di distributor, namun harga jual gula di pasar tradisional berkisar antara Rp15.000 oer kg dan Rp16.000 per kg.

"Pedagang di pasar tentu ingin untung sehingga menjual gula lebih tinggi dari harga distributor," ujarnya.

Selain itu harga cabai dan daging ayam di pasar tersebut juga mulai naik. Sesuai pantauan, harga cabai merah naik dari Rp80 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp90 ribu per kg, dan cabai keriting dijual Rp50 ribu per kg. Sedangkan harga daging ayam naik sebesar Rp2.000 per kg dari harga Rp16 ribu per kg menjadi Rp18.000 ribu per kg.


(SAW)