BPJS Kesehatan Bidik Peningkatan Peserta hingga 201 Juta

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 17 May 2017 07:50 WIB
bpjs kesehatan
BPJS Kesehatan Bidik Peningkatan Peserta hingga 201 Juta
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berupaya meningkatkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Pada 2017 ini, BPJS Kesehatan menargetkan peningkatan peserta hingga 201 juta sebagai realisasi universal health coverage pada 2019.

"Saat ini Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) sudah 27 juta peserta. Peserta Penerima Upah (PPU) dari 240 ribu badan usaha sudah 25,3 juta meningkat dari sebelumnya yang 20-an juta," ujar Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari, di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat, Selasa 16 Mei 2017.

Hingga Mei 2017, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 176.982.157 jiwa. BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan kurang lebih 20.766 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 9.825 Puskesmas, 5.279 Klinik Pratama, 4.504 Dokter Prakter Perorangan, 1.143 Dokter Gigi Praktik Perorangan, dan 15 RS Tipe D Pratama.

Selain itu, BPJS Kesehatan juta telah bermitra dengan 5.337 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang mencakup 2.135 Rumah Sakit (termasuk di dalamnya Klinik Utama), 2.216 Apotek, dan 986 Optik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dirinya menambahkan, beberapa upaya telah dilakukan pihaknya agar jumlah peserta bisa terus ditingkatkan. Salah satunya adalah dengan membidik penambahan PPU melalui berbagai kerja sama dengan lembaga terkait bahkan pemerintah daerah.

"Kalau badan usaha ada relationship officer, kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, kita juga sudah kerja sama dengan pemerintah-pemerintah di daerah. Sedangkan dari BUMN sudah masuk semua ada 146 BUMN," jelas dia.

Selain itu, untuk mempermudah akses pendaftaran PPU kini Badan Usaha baru dapat langsung terdaftar dalam program jaminan sosial yang dikelola BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, melalui sistem yang terintegrasi dengan pelayanan publik, seperti Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) di Jakarta dan Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal (BKPPM) di Surabaya, kantor pelayanan pajak dan lainnya.

Melalui layanan satu pintu, Badan Usaha baru yang mengurus permohonan perizinan dokumen Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan/atau Tanda Daftar Perusahaan (TDP) pada BPTSP/BKPPM, secara otomatis akan terdaftar dalam Program Jaminan Sosial melalui Formulir Pendaftaran Bersama (FPB) dan Aplikasi Pendaftaran Terpadu (APT).

Sementara untuk mengejar peserta dari PBPU, BPJS Kesehatan telah memperluas channel pembayaran iuran pesertanya melalui sistem Payment Point Online Banking (PPOB). Hingga akhir Maret 2017, tercatat BPJS Kesehatan memiliki 422.700 channel pembayaran PPOB, yang terdiri atas modern outlet, traditional outlet, maupun perbankan. Selain itu, BPJS Kesehatan juga memperluas kanal-kanal pendaftaran lainnya.

"Salah satunya melalui mekanisme pendaftaran melalui telepon yaitu lewat BPJS Kesehatan Care Center 1500-400. Dengan layanan ini calon peserta tidak perlu mengantri panjang di Kantor BPJS Kesehatan, cukup dengan menghubungi 1500-400, calon peserta kategori PBPU atau peserta mandiri bisa melakukan pendaftaran via telepon ke BPJS Kesehatan Care Center atau Virtual Service," pungkasnya.


(ABD)