Grup Indofood Akui Daya Beli Masih Tinggi

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 09 Aug 2017 16:06 WIB
daya beli masyarakat
Grup Indofood Akui Daya Beli Masih Tinggi
Indofood. Dok : Indofood.

Metrotvnews.com, Jakarta: Group Indofood mengaku daya beli masyarakat masih tinggi dan tidak mengalami penurunan. Penjualan harian produk perseroan mengalami pertumbuhan yang cukup baik.

"Kita melihat hitung itu bukan semesternya itu hariannya, ternyata harian itu tumbuh, kalau tumbuh memang daya beli turun, lebih rendah kan itu hanya ekspektasi,‎" ujar Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Franciscus Welirang, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu 9 Agustus 2017.

Kinerja semester satu yang hanya naik tipis, bilang Welirang, ‎karena di bulan Juni ada 10 hari yang libur. Alhasil, efeknya membuat kinerja perusahaan sangat flat di sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Jika tumbuh tipis, menurut dia, sangat wajar perusahaan mengurangi jumlah bonus ‎karyawan.  "Jadi belum ada penurunan daya beli," terang dia.

‎Lanjut dia, memang ada beberapa pabrik roti berskala kecil yang tutup. Tapi, itu lebih disebabkan adanya pergeseran konsumsi di masyarakat kelas bawah.

"Ada usaha-usaha kecil yang tutup, betul. Pengusaha roti yang kelasnya harga Rp500 sampai Rp1.000 itu tutup. Kenapa ternyata konsumennya lebih memilih makan mi. Jadi pengusaha kecil mi tumbuh," tegas dia.

‎Adapun pengusaha roti kelas menengah, Franky menambahkan, cukup tumbuh usahanya. Jadi, sama sekali tidak ada penurunan daya beli.

"Pas kita tanya ternyata konsumennya banyak kaum milenial. Jadi ada perubahan dan peralihan preferensi konsumen itu terjadi dipasar. Kami melihat itu di UKM kami," pungkas dia.

Dua perusahaan Anthony Salim, yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) membukukan laba yang naik tipis di semester I-2017.

Kinerja laba INDF meningkat tipis sebanyak 1,8 persen menjadi Rp2,27 triliun di kuartal II-2017, dari posisi Rp2,23 triliun di semester I-2016.

Laba yang meningkat banyak dipengaruhi tingkat pendapatan perseroan yang naik 4,6 persen, dari posisi Rp34,08 triliun di enam bulan pertama tahun lalu menjadi Rp35,65 triliun di semester I-2016. Peningkatan pendapatan diikuti pula oleh peningkatan beban secara proporsional.

Manajemen INDF juga mencatat laba bruto Rp10,2 triliun, atau tumbuh tipis 4,1 persen dibanding Rp9,8 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Tingkat laba usaha mencapai Rp4,56 triliun. Peningkatan laba usaha, karena perseroan berhasil meningkatkan penghasilan dari operasional lain, dan bisa menekan beban operasional lainnya.

Sementara itu, laba ICBP menjadi Rp2 triliun, atau tumbuh 5,7 persen dari posisi Rp1,98 triliun di semester I-2016. Laba yang meningkat banyak didorong oleh penjualan perseroan yang menjadi Rp18,46 triliun, atau naik tipis 1,6 persen dari posisi Rp18,18 triliun di kuartal II-2016.

Laba usaha Indofood CBP Sukses Makmur tumbuh menjadi Rp2,78 triliun di 30 Juni 2017, dari posisi Rp2,74 triliun di semester I-2016. Marjin laba usaha stabil di sekitar 15,1 persen. Marjin laba bersih naik menjadi 11,3 persen. Adapun core profit naik 2,9 persen menjadi Rp2,11 triliun, dari posisi sebelumnya Rp2 triliun.


(SAW)