Tiga Keuntungan Pemasar di ASEAN Marketing ke-3

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 05 Sep 2017 16:52 WIB
mark plus
Tiga Keuntungan Pemasar di ASEAN Marketing ke-3
Founder & Chairman Markplus, Inc? Hermawan Kartajaya. (FOTO: MI/Arya Manggala)

Metrotvnews.com, Jakarta: Founder dan Chairman MarkPlus, Inc Hermawan Kartajaya mengatakan sedikitnya ada tiga hal yang bisa didapatkan oleh para pemasar di ASEAN, khususnya Indonesia.

Seperti diketahui, MarkPlus Inc. berkolaborasi dengan Philip Kotler Center for ASEAN Marketing akan menggelar the 3rd ASEAN Marketing Summit (AMS) 2017. Agenda tersebut seiring dengan peringatan ke-50 tahun ASEAN disertai peringatan 20 tahun kerja sama ASEAN Plus Three (APT) dengan Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Keuntungan pertama, menjadi mitra investasi bagi Plus Three Countries karena investor dari Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan ini membutuhkan pengetahuan lokal tentang Indonesia yang belum tentu mereka pahami dengan baik.

"Di sini ada keuntungan bagi perusahaan Indonesia, yakni tak hanya finansial, tapi juga transfer knowledge, system, dan management," ujar Hermawan, dalam siaran persnya, Selasa 5 September 2017.




Kedua, untuk urusan pemasaran produk maupun jasa, banyak perusahaan asing menggandeng mitra lokal. Bagaimana pun juga pemasar Indonesia yang paling memahami secara mendalam pasar Indonesia yang kenyataannya sangat heterogen.

Ketiga, perusahaan lokal di Indonesia berkesempatan memasarkan produk-produk dengan menggunakan jaringan internasional dari Plus Three Countries tersebut. Dengan ini, sayap bisnis perusahaan pun bisa dikembangkan lebih lebar lagi.

Baca: MarkPlus Gelar ASEAN Marketing ke-3

Di tahun ketiganya ini, ASEAN Marketing Summit akan digelar sehari penuh pada 7 September 2017 di Raffles, Jakarta dengan mengangkat tema "ASEAN & Indonesia: New Opportunities from The East". The 3rd ASEAN Marketing Summit 2017 akan menjadi platform yang mempertemukan para akademisi dan praktisi industri terkemuka dari berbagai arena bisnis dan pemasaran.

Nantinya, Para pembicara pun akan membahas isu-isu paling aktual yang dihadapi ASEAN sebagai poros kekuatan ekonomi baru yang patut diperhitungkan. ASEAN mewakili 6,2 persen GDP dunia pada 2016, hampir dua kali lipat bila dibandingkan tahun sebelumnya.


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

2 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA