Kejar Posisi 5 Besar, BTN Ekspansi Anorganik

   •    Rabu, 09 Aug 2017 10:45 WIB
btn
Kejar Posisi 5 Besar, BTN Ekspansi Anorganik
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) terus mematangkan rencana ekspansi anorganik perseroan. Gabungan ekspansi anorganik dan organik dilakukan guna mengejar posisi lima teratas sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia.

Managing Director Finance & Treasury BTN Iman Nugroho Soeko mengatakan, selain menargetkan untuk jadi bank terbesar ke-5 di Indonesia, dalam rancangan jangka panjang atau hingga 2025, perseroan membidik posisi global playership yang dapat menggarap hingga lingkup global, seiring dengan peningkatan permodalan sesuai dengan persyaratan Bank Indonesia (BI).

"Adanya ekspansi anorganik ini juga akan meningkatkan bisnis kami, terutama dari segi produk dan layanan, sehingga dalam jangka panjang, BTN dapat melayani nasabah tidak hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara tetangga," jelas Iman dalam Public Expose BTN di Jakarta, Selasa 8 Agustus.

Tahun ini BTN berencana akan membentuk perusahaan patungan di bidang asuransi. Managing Director Strategic, Compliance, & Risk BTN Mahelan Prabantarikso menjelaskan pembentukan perusahaan manajemen investasi dan multifinance pun masih terus digodok perseroan.

"Pembentukan anak usaha di bidang asuransi umum masuk daftar rancangan ekspansi BBTN. Ekspansi ini menjadi strategi kami untuk meningkatkan aset dan menjadi bank dengan aset terbesar kelima di Indonesia," papar Mahelan.




Sementara dari sisi bisnis organik, tahun ini BTN juga menetapkan beberapa strategi, di antaranya penguatan bisnis inti di bidang perumahan, peningkatan low cost, dan sustainable funding dengan membidik segmen emerging affluent.

Sepanjang paruh pertama tahun ini, emiten berkode perdagangan BTN itu terus mencatatkan kinerja positif. Pada semester I-2017, BTN telah menyalurkan kredit dan pembiayaan senilai Rp177,4 triliun atau naik 18,81 persen dari Rp149,31 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Managing Director Commercial Lending BTN Oni Febriarto R memaparkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan BTN masih ditopang peningkatan kredit perumahan. Jenis kredit yang menempati 90,04 persen dari total pinjaman perseroan tersebut naik 17,68 persen yoy dari Rp135,74 triliun pada Juni 2016 menjadi Rp159,73 triliun di bulan yang sama tahun ini. BTN telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp159,12 triliun atau naik 18,26 persen.

Oni melanjutkan sejak pertama kali Program Satu Juta Rumah diluncurkan hingga saat ini, BTN terus berkomitmen menjadi integrator utama program nasional tersebut. Pada tahun ini, perseroan memberikan dukungan pembiayaan perumahan untuk 666 ribu unit rumah.

"Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa penyaluran KPR, tapi juga memperkuat sumber pembiayaan, mendorong keterjangkauan, mendorong sisi ketersediaan rumah, serta bersinergi dengan stakeholder perumahan," tandas Oni. (Media Indonesia)


(AHL)