Di Tengah Penurunan, Ekspor Permata Jatim Capai USD137 Juta

Amaluddin    •    Senin, 17 Oct 2016 18:32 WIB
ekspor
Di Tengah Penurunan, Ekspor Permata Jatim Capai USD137 Juta
Perhiasan. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto.

Metrotvnews.com, Surabaya: Meski nilai ekspor Jawa Timur turun, perhiasan/permata masih menjadi andalan eskpor Jatim ke sejumlah negara. Nilai ekspor perhiasan Jatim pada September 2016 tercatat sebesar USD137,226 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Teguh Pramono mengatakan secara kumulatif sejak Januari hingga September 2016, ekspor perhiasan Jatim mencapai USD3,687 miliar.

"Naik 27,23 persen dibandingkan periode yang sama 2015 yang hanya USD2,857 miliar," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono, dikonfirmasi, Senin (17/10/2016).

Menurut Teguh, perhiasan atau permata seperti emas, perak, dan tembaga masih diminati negara-negara Eropa dan Asia. Misalnya Swiss mencapai senilai USD38,88 juta, Jepang USD199,448 juta, Amerika Serikat USD170,137 juta, Tiongkok USD128,695 juta, Malaysia USD74,501 juta.

"Untuk komoditi ini ekspor terbesar ke Amerika Serikat. Perhiasan permata Jatim disukai oleh masyarakat luar negeri karena model dan desainnya cukup bagus," tambah dia.

Menurut Teguh, desain untuk produk perhiasan kualitas ekspor selalu berubah dalam setiap triwulan, dan desainnya mengikuti permintaan pasar. Selain desain, harga perhiasan permata Jatim cukup bersaing dengan kualitas bagus.

Sementara perhiasan permata, eskpor Jatim pada September 2016 juga didominasi kayu dan barang dari kayu sebesar USD103,34 juta. Kemudian disusul ikan dan udang sebesar USD82,56 juta, lemak dan minyak hewan. Selanjutnya komoditi kertas karton USD69,356 juta, tembaga, USD69,036 juta, berbagai produk kimia USD44,440 juta, daging dan ikan olahan USD42,424 juta dan perabot penerangan rumah USD41,425 juta.


(SAW)