Masuknya Dana Tax Amnesty Dongkrak Capaian DPK BCA Tahun Lalu

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 14 Mar 2017 07:31 WIB
bcatax amnesty
Masuknya Dana <i>Tax Amnesty</i> Dongkrak Capaian DPK BCA Tahun Lalu
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Central Asia (BCA) Tbk mencatat hingga akhir tahun dana pengampunan pajak (tax amnesty) yang tertampung sebesar Rp55 miliar. Dana tersebut mendorong pencapaian peningkatan dana pihak ketiga (DPK) 11,9 persen atau tercatat Rp530,1 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, BCA merupakan salah satu bank gateway penampung dana program tax amnesty. Dari total dana tax amnesty yang tertampung, dana yang mengendap sekitar Rp11 triliun.

"Sampai Desember kurang lebih sekitar Rp58 triliun yang masuk, yang tetap mengendap itu sekitar Rp11 triliun. Tetapi paling tidak menambah DPK kita juga," kata Jahja di Hotel Kempinski Jakarta, Selasa 14 Maret 2017.

Baca: Penyebab Repatriasi Tax Amnesty Tak Capai Komitmen

Selain mendorong peningkatan DPK, tambah dia, dana tax amnesty juga mendorong peningkatan dana murah (Current Account Saving Account/CASA). "Program tax amnesty pada semester II-2016 berkontribusi terhadap kenaikan dana CASA," ujar dia.

Jahja mengakui, dana tax amnesty ini diibaratkan sebagai dana yang 'numpang lewat'. Sebab sebagian dana sudah dipindahkan oleh pemilik dana ke berbagai produk keuangan lainnya seperti reksa dana, saham, obligasi, dan produk lain. Selain itu, ada pula yang mengalihkan dana tersebut untuk modal memperkuat perusahaan.

"Banyak sekali ya saya kira ya. Ada yang masuk ke SBM, reksa dana, capital market di saham. Ada juga yang masuk untuk memperkokoh struktur permodalan dari anak usaha yang mungkin masa lalu ada pinjaman dari bank," jelas dia.

Sementara untuk dana tax amnesty periode ketiga, Jahja menuturkan baru bisa dihitung pada akhir Maret ketika periode ketiga ditutup. Menurutnya, orang Indonesia lebih terbiasa melaporkan menjelang akhir penutupan ketimbang diawal waktu seperti di Januari-Februari.

"Maret kemungkinan banyak. Kalau sekarang belum ada peningkatan yang fantastis," pungkas dia.

 


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA