Aplikasi Sipindo Diyakini Meningkatkan 20% Produktivitas Petani

Husen Miftahudin    •    Jumat, 12 Oct 2018 18:58 WIB
pertanianaplikasi
Aplikasi Sipindo Diyakini Meningkatkan 20% Produktivitas Petani
Managing Director Ewindo Glenn Pardede (kedua kiri) dan Ketua Yayasan Bina Tani Sejahtera Edwin Saragih (kiri). Foto: Dok. Istimewa.

Jakarta: Perusahaan benih sayuran, PT East West Seed Indonesia (Ewindo) atau Cap Panah Merah bersama mitra dalam konsorsium Geodata for Agriculture and Water (G4AW) SMARTseeds, meluncurkan penambahan fitur pada aplikasi Sistem Informasi Pertanian Indonesia (Sipindo). 

Managing Director Ewindo Glenn Pardede mengatakan beberapa fitur baru ini antara lain prediksi cuaca dengan resolusi spasial hingga 5 kilometer serta rekomendasi kandungan hara tanah berdasarkan hasil tes laboratorium dan rekomendasi pemupukan. Informasi yang diberikan berbasis lokasi (location specific data) sesuai dimana lahan petani berada. 

"Fitur ini diharapkan mampu membantu petani memprediksi cuaca secara lebih detail, memberikan informasi rekomendasi pemupukan sebagai dasar pemupukan, dan juga panduan memilih jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah," ujar Glenn di Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018.

Sejak diluncurkan pada April 2017 lalu, terangnya, aplikasi ini dimanfaatkan lebih dari 14 ribu petani. Glenn berharap pada akhir 2019 dapat membantu sekitar 100 ribu petani. 

"Hadirnya fitur baru dalam aplikasi Sipindo ini diharapkan mampu memberikan jawaban untuk membantu para petani dalam menyelesaikan masalah yang sering dihadapi," bebernya.

Menurut Glenn fitur-fitur baru yang disajikan Sipindo menghadirkan data secara realtime dan akurat. Petani bisa langsung mengakses informasi seperti tingkat kesuburan tanah agar lebih hemat dalam menggunakan pupuk, mendapat informasi mengenai perkiraan cuaca, hingga harga dan tren permintaan komoditas di pasaran. 

Selain itu, aplikasi Sipindo juga membuat petani bisa memperoleh informasi seputar tata cara penanganan hama dan penyakit tanaman, pola dan musim tanam, estimasi waktu panen dan perkiraan jumlah produksi, prakiraan iklim dan cuaca, forum jual beli hasil panen dari pedagang pasar tradisional, serta ritel modern untuk mengantisipasi permainan harga oleh para tengkulak. 

"Untuk saat ini fitur rekomendasi pemupukan baru bisa dinikmati oleh petani di Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, dan Lampung dan sedang dalam proses untuk melakukan pengembangan ke daerah lainnya. Sementara untuk fitur prediksi curah hujan sudah bisa dinikmati di seluruh wilayah Indonesia yang berada di bawah garis katulistiwa," ungkap Glenn.

Ketua Yayasan Bina Tani Sejahtera Edwin Saragih mengakui aplikasi Sipindo mampu meningkatkan produktivitas petani hingga 20 persen. Selain itu, penggunaan pupuk juga lebih hemat sekitar 20 persen.

"Dengan ini, petani bisa menyeimbangkan unsur hara dalam penggunaan pupuk sehingga produktivitasnya meningkat, meningkat sekitar 10-20 persen. Di pupuknya dia juga bisa lebih hemat sampai sekitar 20 persen," tutup dia.


(HUS)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

2 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA